Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

             Setiap kali mengajar pasti mendapatkan kejutan terus dari anak-anak, tingkah laku mereka, kepolosan,atau sekedar jitakan mereka,senyuman anak-anak, tingkah laku mereka yang komplikasi sepertinya mewarnai kehidupanku saat ini. sungguh mereka di ciptakan bukan menjadi orang yang biasa tapi anak-anak luar biasa. Sungguh setiap waktu yang pernah kami lewati menegangkan setiap harinya

           Saya dan kawan2 pengajar PLP UPI disini  begitu bahagia dan bersyukur bisa mengenal anak-anak di SLB E  dengan senang hati, berlapang dada dan terbuka. Alhamdulillah Allloh memberikan jalan bagi kami melewati masa-masa sulit dan penuh tantangan tiap harinya.

       Setiap hari kami di sibukkan dengan yang namanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di setiap mata pelajaran berbeda, dan tentu saja harus dengan menulis pakai ballpoint 1 RPP itu sekitar 4 halaman tulisan tangan. apalagi kalau dapet mata pelajaran double ^_^ otomatis jadi 8 halaman, tiap harinya. alhamdulillah bisa menjalaninya meskipun berat dan merasa banyak kehilangan waktu karena seperti kembali ke zaman dahulu.

             Setelah RPP selesai gilirannya membaca materi dan membuat media belajar yang menarik dan inovatif buat anak-anak, supaya tertarik pada pelajarannya. memang anak-anak SLB E disini banyak yang mengalami gangguan perhatian. jadi harus ambil strategi jitu agar mereka bisa tetap fokus dan perhatian dengan kita.

          Esoknya setelah pelajaran akan di mulai, guru pembimbing kita pun terkadang ikut masuk, menilai hasil kinerja mengajar kita dalam format penilaian PLP. yups, lakukan penampilan terbaik anda pada siswa.

              Salah satu cara menangani situasi kelas saat ribut yang harus di lakukan adalah manajemen kelas yang profesional, artinya untuk menciptakan suasana kondusif juga menyenangkan serta guru harus memperhatikan siswa lebih mendalam agar pembelajaran bisa efektif. Terkadang  saya sedikit kurang sabar dalam menghadapi siswa-siswa, mereka sangat lincah dan tentu saja tidak bisa diam, kadang ucapan kita sama sekali tidak di dengar. tapi disinilah tantangannya, saya berusaha semaksimal mungkin agar mereka bisa fokus belajar. banyak yang tidur di kelas atau sering mondar-mandir di kelas membuat kepala saya terasa pusing  memang^^ dan  benar-benar susah di atur.

              Saya coba pakai ilmu hypnoteaching dengan memberikan sugesti positif misal “anak pintar, anak baik” pada setiap pagi dan saat bertemu. ternyata sebagian ada yang melunjak perkataan saya dan karena mereka tidak mau disebut sebagai “anak kecil lagi”. wah memang perlu pengorbanan soal ini. masih perlu banyak masukan dan metode mengajar dari teman-teman semua ^^ *comment please

        Akhirnya, saya berada di titik kejenuhan juga dalam menghadapi mereka sama seperti pas awal-awal, mungkin karena belum terbiasa melakukan hal seperti ini. maka terkadang seperti keimanan kita yang naik turun, mengajar semangat dan jenuh pun jadi terasa luar biasa malas. bukan karena malas dengan mengajar sebenarnya tapi karena mengerjakan RPP yang benar-benar butuh konsentrasi tinggi. Di Sekolah ini saya jadi banyak belajar disini terutama soal keberanian dan mengambil sikap tegas pada siswa yang melunjak.

          Setelah beres mengajar PLP terbimbing sebanyak 16 kali pertemuan maka mulai hari senin tanggal 11 April 2011 kami mulai mengajar mandiri untuk 10 Hari ke depan. semoga Alloh memudahkan usaha kami dalam berkarya, mengabdi pada negara dan masyarakat.

        Setelah PLP selesai alhamdulillah dan berkata “saya bersyukur, saya ikhlas, saya pasrah atas semua cobaan serta pengalaman spektakuler yang Alloh berikan. semoga alloh melancarkan dan memudahkan PLP kami dalam membuat perubahan untuk pendidikan indonesia lebih maju lagi. AMien”

Foto dari kanan : aku, lily, nda. #3sejoli yang selalu bersama, saat istirahat d SLB

Foto dari kanan : aku, lily, nda. #3sejoli yang selalu bersama, saat istirahat d SLB

-Atas nama kami yang sedang berjuang-

karima nurfitria , lily alfiah, nur endah lestari , ayu rumdini ,dan robby STU

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Aku dan Sahabat Disabilitasku“ dalam rangka International Day of Person with Disabilities, Museum Konferensi Asia-Afrika bekerja sama dengan Mata Hati Indonesia menyelenggarakan lomba menulis blog Hari Internasional Penyandang Disabilitas (HIPENDIS) 2012.

Comments on: "Curahan Hati Pengajar Baru di SLB E" (9)

  1. Dari anak2 berkebutuhan khusus kita sering kali banyak belajar, belajar lebih sabar, belajar lebih memahami dan lebih banyak belajar bagaimana seharusnya memperlakukan anak yang special ini agar dapat kita giring menuju tujuan kebaikan….dr pengalaman, bukan guru2 yg mengajari ank abknya, justru gurulah yg sedang belajar lebih banyak.. Semangat belajar bagi guru2 PLB se indonesia!

  2. gurunya juga “Luar Biasa”😀

  3. Anak Luar biasa perlu guru luar biasa . . .
    Mereka juga buakan berpenyakit . . .
    semangat ! ! ! menjadi kaum minoritas yang Super . . .

  4. Herman Al Ayubi said:

    Perlu kesabaran yang ulet,,, merekalah malaikat2 kecil yang kadang tak terhiraukan,,, moga menjadi jalan kebaikan “ketika ikhlas dan sabar sudah mantap tersematkan”,,, “semangat”….

  5. benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: