Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

 “…. Allah  telah menentukan diantara manusia penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Allah telah meninggikan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat saling mengambil manfaat (membutuhkan) ….. ( Q.s Az-Zukhruf : 32 )        

          Mengingat kembali kunjungan kami ke SLB RAWINALA akhir tahun 2009. Seperti mengingatkanku pada ciptaan Alloh. Serasa membuatku semakin bersyukur atas apa yang diberikan Alloh untukku karena aku di ciptakan sempurna tanpa kecacatan fisik, aku diberikan keluarga yang sempurna selalu memberikan dukungan moril dan materiil, motivasinya, kasih sayangnya sehingga aku masih disini mungkin Alloh punya jalan yang sangat indah untukku, aku diberikan kesempatan untuk memotivasi, mengayomi dalam pendidikan khusus sesuatu yang sangat jarang ditekuni oleh banyak orang. “..Oh tuhan,mungkin inilah jalanmu yang terbaik agar aku bisa lebih banyak beribadah dan berucap syukur kepadamu”

            Menginjakan kaki di SLB itu membuatku bahagia dan berdecak kagum, ”ini perjuanganku aku harus belajar keras”  SLB itu mendidik anak Tunaganda dalam artian bahwa kecacatan yang ada pada anak tersebut Ganda / lebih dari satu. Siang itu kami mengelilingi kelas dengan fasilitas lengkap ada meja dan kursi yang di buat melingkar, rak tempat alat sekolah,buku identitas siswa dalam ADL (Activities Daily Learning) yang telah di desain Unik, komputer di tiap ruangan, AC ,foto mereka di pajang besar, tempat cuci tangan anak sampai berbagai alat pembelajaran yang berwarna warni menghiasi ruangan kelas tersebut. Untuk sebuah ruangan kelas, menurutku ini super modern karena untuk sekolah umum yang favorit saja sepertinya belum pernah melihat fasilitas seperti itu. Memang seharusnya sekolah memberikan kenyamanan bagi murid nya apalagi ini anak berkebutuhan khusus.

            Kami mencoba berkenalan dengan anak-anaknya tersebut, tapi sangat sulit untuk berinteraksi. Karena seperti aku bilang tadi bahwa mereka punya kecacatan Ganda, kebanyakan adalah anak tunanetra dengan tunarungu seperti Hellen Keller, atau tunanetra dengan autism malah bisa lebih komplikasi dari hal itu. Semakin banyak Komplikasi kecacatan yang ada pada anak, semakin sulit untuk berinteraksi karena harus dengan pendekatan khusus selama beberapa pecan itupun harus dengan guru pembimbing khususnya karena sulitnya memahami kosakata bahasa,serta gesture(gerak tubuh). Apalagi aku adalah orang yang baru di kenal, aku hanya mampu menyentuhnya, menyapanya dengan lembut.”.. hanya itu yang bisa kulakukan untuknya, disaat diriku tertegun pada diri sendiri hendak apa yang bisa ku lakukan. Karena jujur untuk mengajar anak SLB yang umum saja aku masih kelimpungan, apalagi ini CACAT GANDA. aku harus belajar lebih keraslirihku teguhkan dalam hati.

 Di luar kelas ada banyak kreasi anak dalam mading terpajang, aku melihat satu persatu hasil kreasi madding di beberapa sudut kelas, sambil keasyikan memotret hasil karya mereka aku pun kemudian tertegun dengan sebuah hasil karya, ya tapi bukanlah hasil karya siswa tunaganda tapi curahan hati seorang ibu, ya seorang ibu yang kehilangan anaknya. Sebuah cerita yang menyentuh perjuangan seorang ibu memperjuangkan kehidupan anaknya yang sejak lahir mempunyai 12 simpton kecacatan. Tapi sungguh sang ibu berjuang terus sampai ke titik penghabisan. Banyak tulisannya yang sungguh mengharukan dan foto – foto gadis cilik itu dari bayi hingga mulai beranjak umur SD mulai cara makan,berjalan, tersenyum serasa semua orang rindu akan kehadiran sosoknya kembali di sekolah itu. Di dinding itu di tulis seperti ini :

“namaku Rosita, umurku 14 tahun, saya di judge sejak kecil menderita kecatatn sejak lahir 12 simpton yang akut dan tidak bisa di sembuhkan.  tunagrahita berat ,hidrochepalus, osteoporosis, tunarungu berat pada kiri, pengeroposan tulang sejak dini dll”

Sungguh fantastis sebuah penyakit yang harus di derita gadis cilik itu,mataku berkaca-kaca sendu “Ya Alloh .. Sungguh hamba mu ini tak berdaya jika hal itupun terjadi padaku. Di saat orang-orang ketika Sehat mengabaikan karunia mu, malah berbuat hal yang tiada bermanfaat” . Tulisan lain berupa puisi yang indah sekali dan menyentuh namun secara garis besarnya aku tulis ini :

“Rosita, meski kau telah pergi meninggalkan IBU dan keluarga.

namun arti kehadiranmu begitu sangat berarti bagi IBU.

meski banyak yang melecehkanmu, namun kau tegar

semangat belajarmu sangat tinggi…

kau tahu, kau sungguh sangat berarti bagi ibu

 

kemarin adikmu kembali berkunjung ke sekolah tempat kamu bermain dulu,

dia sangat senang sekali

berkeliling suasana kelas di empat duduk yang kau duduki

dan merasakan kehadiranmu disini ada..

 

semoga kau tenang disisinya..

selamat jalan anakku..

_______———————-_____________________———___————————————————–

Seketika itu air Mataku mengalir, Subhanalloh dari coretan kecil di dinding pun aku belajar banyak hal. Karena sungguh hal ini membuat hatiku mengiris pilu, Alloh memang menakdirkan umur seseorang yang meninggal di saat yang tepat. Bahwa kematian itu pasti datang pada setiap makhluk hidup di dunia ini, namun waktu yang ditentukan entah kapan. Semua terkandung dalam Lauh Mahfudz.

Rosita sudah 2 tahun meninggal, tapi perjuangan seorang IBU begitu besar terhadapnya. Kita mencoba mengambil hikmah dari apapun yang terjadi agar bisa belajar. Semoga kita bisa menjadi orangtua seperti itu bisa menerima anak apa adanya karena semua itu adalah Karunia Alloh yang tak terhingga. Amien

karima created

Kenangan dengan rosita SLB Rawinala Jakarta
@karimaberkarya

Follow my Twetter: @karimaberkarya colek @sahabat_difabel

Nama                                     : Karima Nurfitria

PIN                                        : 31672F2D

Email                                     : khara.cinta@yahoo.com   

Moto hidup                          : keep your spirit and always smile

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Aku dan Sahabat Disabilitasku“ dalam rangka International Day of Person with Disabilities, Museum Konferensi Asia-Afrika bekerja sama dengan Mata Hati Indonesia menyelenggarakan lomba menulis blog Hari Internasional Penyandang Disabilitas (HIPENDIS) 2012.

 

Comments on: "BELIEVE antara aku dan kamu juga dia" (2)

  1. Karimaaa..semoga suksesya..dansemoga selalu menginspirasi dunia pendidikan inklusi, pendidikan yang terbuka untuk semua:)

    • yups, Amriii terima kasih udah komentar
      terima kasih buat infonya acara lomba menulis cerpen ‘aku dan sahabat disabilitasku’ ini, karima merasa ter-support dengan program lomba ini. upaya penyadaran masyarakat melalui gerakan-gerakan sunyi kami.

      ^_^ yah terus menginspirasi amri, imma komentar ya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: