Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

All about is Tunanetra lives

By : karima Nurfitria
menceritakan tentang kehidupan Tunanetra dimasa – masa sulitTuna-Netra

Seorang yang tegar itu berjalan sendiri,
Tanpa ditemani oleh siapapun
Hanya tongkat yang menemaninya ketika dia terjatuh,
Tersungkur ke tanah
Terperosok ke got
Menjadi hal yang biasa dalam kehidupannya (@karimaberkarya)

Pernahkah terfikir kawan ? tentang anak luar biasa di sekitar kita. Sangat ironis memang banyak orang-orang yang tidak peduli akan nasib saudara kita satu ini, anak tunanetra sangat banyak di temukan sampai kepersimpangan jalan. Mereka sedang menunggu, menunggu uluran tangan kita. Menunggu uluran kasih sayang kita. Apakah kita tidak tergerak?
Tunanetra itu menjadi pengemis di jalanan, di bis, dan di tempat – tempat umum lainnya. Mereka bingung hendak mencari uang dimana? pabrik-pabrik yang berjajar megah di Bandung jarang ada yang menerima mereka sebagai pekerja. Paling menjadi pekerja dengan upah kecil, padahal mereka adalah anak harapan bangsa.

Prestasi Imam di kampus cukup membanggakan dengan keterbatasannya dia yang tidak bisa melihat, tak membuat semangat imam padam. Semester kemarin dia mendapatkan IP 3,00 sudah termasuk anak yang cerdas dan sangat berkompetensi. Daya ingatnya yang sangat luar biasa membuat kagum siapa saja yang mengenalnya. Imam bukanlah orang yang kaya, dia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara.Ayahnya bekerja menjadi kuli bangunan dan ibunya menjadi ibu rumah tangga, sebagai anak pertama yang seharusnya menjadi tumpuan adik-adiknya, dengan keterbatasan yang dia miliki. Lulus SMP dia langsung merantau ke Bandung dan meneruskan SMA khusus di kota Bandung. Keinginan kerasnya untuk kuliah sempat di tentang orang tua, apalagi kalau bukan faktor ekonomi. Namun Imam tetap bersih keras, perjuangannya agar bisa kuliah di Universitas negeri tercapai sudah, Menyisihkan dari beribu-ribu pendaftar yang ingin masuk.

Saya termasuk sahabat dekat dengannya, semester pertama uang masuk universitas di tangguhkan waktu untuk diperpanjang. Wajahnya sudah risau dan gelisah di tiap harinya. Saya pun bertanya padanya apa yang membuat imam tidak semangat ? imam tidak menjawab, saya memaksanya dan akhirnya dia mengatakan sesuatu bahwa uang masuk universitas belum di bayar. Akhirnya, imam punya seorang kenalan yang sangat peduli dengan nasib anak luar biasa. Di suatu pertemuan dengan ibu tersebut akhirnya membantu imam setengah dari uang yang dibayarkan.
Bukan tidak berbuat apa-apa seorang imam itu, dia terus bekerja keras mengumpulkan uang itu dengan berjualan di asrama sebagai penjual kopi. Meskipun hasil yang di dapat kecil,tapi hasil uang itu untuk kebutuhan sehari-hari dan pergi ke kampus.

Imam sudah biasa berangkat ke kampus sendiri, dia naik angkot dan imam sudah hapal angkot mana yang harus dia naiki dengan kacamata batin, dalam hal turun pun dari angkot imam sudah tahu bahwa dia harus turun dimana. Saya pernah menanyakan ini padanya, mengapa dia bisa seperti itu tanpa ada orang yang membantunya, karena jujur saja ada Tunanetra yang tidak bisa berjalan sendiri tapi harus di tuntun kemanapun dia pergi,tapi imam adalah sosok yang tegar. Dia pernah berkata padaku bahwa ’kalau sudah terbiasa jalan pasti bisa kok, kalau mau turun angkot sudah hapal karena pas mau turun di depan bank BNI, biasanya ada tanjakan yang ada belokan nya tajam’ mungkin ini jawabannya sehingga bisa dirasakan Imam karena memang tunanetra banyak menggunakan insting feeling yang tajam. Sungguh Ya Rabb, alloh memberikan setiap manusia kekurangan juga kelebihannya.

Apa tunanetra bisa melihat yang cantik? ”Dalam suatu forum diskusi saat kuliah kami misalnya : seorang dosen pernah menanyakan pada anak-anak dikelas yang ada sebagaian Tunanetra. Mereka dengan lantang menjawab ”bisa lah pak dosen” sambil riuh seisi ruang kelas ikut tertawa, lho saya jadi bingung sendiri padahal Tunanetra kan memang tidak bisa melihat. Setelah sesi kuliah selesai, rasa penasaranpun memuncak dan Imam berkata pada saya bahwa dia tahu wajah saya yang aslinya, dia pernah melihat saya di dalam mimpi situasi kuliah ”kamu ciri-cirinya berkulit putih, berkerudung, tingginya sebahu saya, terus pakai kacamata kan?” sambil menyentuh bahunya untuk mengukur tinggi badannya dengan saya. Kontan saja saya kaget. Mana mungkin? namun Banyak misteri di kehidupan Tunanetra, seperti mempunyai indera ke enam yang telah di persiapkan Alloh untuk mereka yang sabar dan ikhlas.

**penulis alumni dari jurusan pendidikan Luar biasa yang konsen menangani anak-anak luar biasa : Tunanaetra,Tunarungu,Tunagrahita,Tunadaksa,Tunalaras,Gifted, Authis, ADHD dan LD. Di sebuah Universitas Ternama di kota Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: