Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

Jodoh Itu ditangan Alloh

“Kala Perjumpaan Berawal manis,

maka bersiap-siap untuk bisa menerima yang pahit”

 

Dalam kehidupan,bertemu dengan seseorang lalu harus pergi karena semua misi atau hilang tenggelam itu biasa, kawan-kawan kehidupan yang dulu memperhatikanmu akan hilang satu persatu dengan irama dan suara jalan masing-masing. Lalu soal Jodoh?

‘Pertanyaan yang menjadi momok menakutkan bagi saya’ . ‘Lho kenapa bisa?’

hari ini lahir saya 23 tahun 5 bulan 7 Hari, memikirkan soal jodoh’ wajar di Usia yang menginjak dewasa ini harus berhadapan dengan situasi umur. yah Wanita di masa kesuburan terbaik 25 Tahun, mungkin aku tersisa sekitar 1,5 tahun. kalo berkonsep pada medis, lalu apa yang terjadi sekarang bukan sebuah kegagalan “aku lulus sarjana sudah, Wisuda Menanti, pekerjaan mengejar pun, sedikit demi sedikit pula rutinitas kerja membuat semakin waktu penuh.

lalu Wajarlah orangtua mewanti-wanti,memberikan option banyak pilihan saat dihadapkan beberapa pria dalam kehidupan. ah dunia wanita begitu sempit, padahal ingin aku masih berkarya untuk bangsa tapi my-Mommy ingin seperti ini ..sudahlah nurut sajo’

Saat bercita-cita menjadi Pengajar Muda atau ikut SM3T ke daerah-daerah terpencil. My-mommy melarang karena tidak dengan Muhrim sehingga perlu dijaga. wajarlah Culture Sunda  masih terkekang

Bulan Juni lalu ada test ngajar ke Sabah-Malaysia, Keluargaku menolak sampai bilang begini “kamu ingin ibumu mati karena penyakit jantung ya? jadi pikiran ibu”

Ya Rabb, mana mungkin saya inginkan mommyku mati,hanya karena aku menjadi pengajar di luar pulau ini. Pulau Jawa,tempat saya di besarkan.

ah,hingga ku berpikir satu-satunya alasan untuk menikah itu “Melepas masa lajang”

Insya Alloh Niat sudah ada, Hati sudah mantap menikah, sudah belajar sedikit-sedikit mengurus anak, belajar masak,ilmu keislaman tentang Nikah(mungkin mantapnya lagi siap ikut bimbingan Pra nikah Tahun depan atau sekarang #gimana info dari salman ITB), belajar sabar dan memahami profesi suami. yang belum itu yah calonnya! keuangan saya pun masih standar.. mungkin Tahun depan Insya Alloh lebih kompeten mengurus segala sesuatunya.

Kata My Mommy, saya termasuk Boros (padahal boros beli buku), padahal menurut kawan-kawanku termasuk orang Irit. tidak tahu sudut Pandang Mommy-ku dari segi mananya. kalau dibanding adik saya, jelas dia lebih Irit sekali.

Beberapa minggu ini  High tracknya, adalah beberapa ikhwan di luar Indo mendekat. ada yang frontal mengejar, satu lagi yang kalem-kalem saja! tapi tak tahulah masa iya menikah dengan WNA ya?

wajar saja,cultur berbeda, pemikiran berbeda pula. lalu My mommy apakah setuju dengan hal ini? belum tentu. Meski ada yang Ikhwan aku sukai, dengan pertanyaan teliti bertubi-tubi mama akan bertanya, mengulang lagi,membahas lagi.. begitu seterusnya

Intinya taraf meyakinkan, menemukan yang cocok untuk aku,lalu saya anggap kawan biasa, nothing special dan semua beres. ah,pada mommy-ku itu benar-benar harus calon yang bisa mengambil hatinya dan keluarga saya sih.belum lagi adu teror dengan adikku yang kebetulan Tentara, perangainya seram juga lumayan mungkin bisa gentar ya kalau suatu saat ‘calonku itu ke rumah’ (#telak mati kau)

Masalah WNA,kalaupun karima suka pasti bisa diberi jalan dipermudah Insya Alloh ya Rabb. “

Engkau ciptakan Kami berbangsa-bangsa supaya kami saling mengenal”

Lalu,ketika dapat kesempatan ke Luar Negri bersama suami bagaimana?

‘Bolehkah saya berkeinginan abang,kalaupun adik jauh dari keluarga dan Bangsa, bisakah kau izinkan diri ini mengajar pada anak imigran Indo yang terlantar,kegiatan sosial atau meneruskan kembali duniaku meraih gelar Master,Doctor?’ (mungkin kira-kira aku jawab begitu)

Kenapa aku ambil jalur pendidikan?

“sebagai calon Ibu yang terbaik, ku pun harus mempersiapkan diri menjadi lebih baik. Bagikuseorang Ibu haruslah Cerdas agar anak-anaknya ikut Cerdas dan tentu saja ditopang Ilmu Agama”

‘for my baby: semoga Aby-mu yang kuat agamanya agar makin indahnya duniamu nak’ dihiasi akhlak terpuji,pribadi yang terbaik,dan mengantarkan kita semua ke syurga, bahagia dunia akherat” Amien

 

#Semoga semakin hari, pribadi saya menjadi lebih baik, makin banyak membenahi diri, dekatkanlah ‘ya Rabb dengan orang yang dekat denganmu, damaikanlah hatiku,semoga makin banyak membantu orang lagi dan lagi, semoga Alloh Karuniakan saya Orang yang paham dengan kondisi aku, kekurangan aku, keluarga sederhanaku, amin amin

@for all, yang nonton concert Maher Zein ^_^ 2012

05-10-2012

 

kebimbangan,kerinduan yang mengalir untuk segera bertemu tulang rusukku…

Comments on: "Jodoh Itu ditangan Alloh" (3)

  1. sepertinya ‘kebelet’ kepingin nikah ya ukh?😀

  2. #Kak Fachrie : hehe.. luar biasa itu jurusanku kak🙂 ini hanya cerita saduran saja

    #Nur : hum, wallahualam, saya hanya mempersiapkan yang terbaik untuk hidup saya. apa salah? sedangkan tantangan zaman kan berubah lebih keras, akankah Istirnya lemah dan Tak Tangguh??
    maka dari itu mempersiapkan lebih baik.. insya alloh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: