Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

    Tepatnya pada bulan Agustus saya melihat milis ASGAR MUDA tentang Acara Tunza ini, awalnya saya iseng saja buka website Tunza dan semua informasi tentang Tunza langsung saya tertarik karena acaranya akan banyak anak-anak internasional mungkin saya jadi pendamping mereka, pikirku. Kemudian, barulah saya cari tau lebih lanjut, apa sih TUNZA Conference?? Tunza berasal dari bahasa afrika yang artinya peduli tentang lingkungan. Tunza merupakan salah satu program UNEP (United Nation Environment Programme) yang digelar rutin dua tahun sekali. Tunza tahun ini digelar selama 5 hari, 27 Sept -1 Okt 2011 di Sabuga, ITB. TUNZA International Children and Youth Conference On the Environment 2011 memiliki tujuan mendesak negara-negara di dunia untuk menyelamatkan bumi.

Waktu itu yang masukin informasi tersebut kang goris Mustaqiem ST (mantan Ketua Asgar Muda Periode 2007-2009). Waktu itu spontan saya kirim Saya SMS ke kang Goris agar saya dapat ikutan Acara TUNZA. Maklum,saya termasuk tukang eksis kalau acara yang beginian hehe ^_~
Saat itu jawaban kang goris katanya sudah penuh sama temen asgar muda yang lain. Tapi waktu itu saya minta informasi kalau ada info lagi untuk memberitahu. Singkat cerita, saya dan Ardi yang akhirnya jadi delegasi asgar muda meski dalam jangka 2-3hari mengejar deadline di kirim aplikasi CV essay di fomulirnya serta harus di warnet sampai larut malam sekitar jam 10 malam di garut (tanpa ada angkot dan akhirnya jalan kaki sendirian di malam jumat) akhirnya bisa lolos juga ke TUNZA Alhamdulillah, saya merasa perjuangan itu harus di lalui dengan rintangan serta air mata.
Setelah beberapa hari menunggu,saya dan ardi Rustamsyah (Farmasi S2 ITB yang juga Tetangga rumahku) akhirnya bisa lolos dan kami mempersiapkan mental juga disana, H-1 saya keliling Garut buat persiapan berangkat dan mempunyai ide untuk promosi Garut ke kancah Internasional. Maklum sebagai perwakilan daerah Garut sekalian promosi kedaerahan juga.
Akhirnya saya kerjasama dengan Pengurus ASGAR MUDA Kabid Pendidikan kang Cecep Ernanto yang sedang membuka biisnis Batik Garutan dan Rajutan. Saya bisa menjalankan misi bisnis dan promosi budaya garut, seperti pepatah mengatakan “Menyelam ambil minum Air, satu dua pulau terlampaui”. Saya berfikir saat conference si bule-bule itu akan bertanya tentang shopping,factory outlet atau handycraft. Daripada mereka kebingungan beli di luar, bisa lah saya dapat kesempatan Promosi.
Hari yang ditunggu pun tiba,sebelum berangkat saya juga sempat Deposit Pulsa ke Counter Center. Setelah itu baru memberikan info sms ke panitia ,fasilitator dan Peserta bahwa saya jualan pulsa. Saya rasa bisnis ini paling cocok saat conference, terbayanglah jadwal super padat butuh koordinasi Peran Pulsa banyak saat perlu. Intinya saya jadi memudahkan teman-temannya Just not for conference but bussiness also ^_^ hehe (bisa di tiru).
Hari yang dtunggu tiba, saya check in ke hotel Marbella@Dago Pakar Bandung pada 26 September 2011 pada jam15.30 WIB menggunakan Taksi Blue Bird. Setelah sampai, saya sudah dipersiapkan kamar 1016 bersama 4 rekan lainnya karena bentuk kamarnya Family Room saya merasa lebih nyaman seperti itu karena bisa berkenalan dengan teman baru lebih banyak. Saya sekamar dengan Lia Bana Dari Eco-Indonesia, Shirly dari UI,Putri dari ITB,dan Rana seorang Children yang masih duduk kelas 6 SD di Bogor. Pemandangan Hotel so sweet bangets-lah, apalagi kalau malam datang seperti bintang itu sangat dekat digapai karena dikelilingi bukit bintang cahaya dari rumah penduduk. Memang cocok untuk honey moon jauh dari akses kendaraan (harus naek Taksi Teteup) tapi juga sulit kaburr kalau ada keperluan mendesak hehe
Malam Harinya kami semua dinner di hotel setelah itu mengadakan briefing untuk mempersiapkan besok, maklum untuk open Ceremonial yang akan datang pejabat Jadi ada persiapan protokoler. Untuk orang Indonesia anak-anak dan Pemuda di hotel Marbella, untuk para bule kebanyakan di Holiday Inn, sedangkan untuk para panitia dan fasilitator di hotel Luxton, untuk para tamu VIP di hotel Sheraton.
Pada 27 September 2011, acara inti TUNZA siap dimulai. Tunza diikuti oleh sekitar 1.500 youth dan children peserta dari 150 negara yang tergabung dalam United Nation. Opening ceremony ini dihadiri oleh wakil presiden RI Budiono, Menteri Lingkungan Gusti Muhammad Hatta, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan executive director UNEP Achmin Steiner. Pembukaan acara ini diawali penampilan tari Merak (icon acara Tunza 2011), tari Topeng,Tri merak kemudian Jamaica café dengan acapellanya membawakan beberapa lagu, diantaranya Keong Racun. Weits, ternyata lagu ini sangat fenomenal di dunia, bahkan peserta joged tangan ala Sinta Jojo, “sesuatu banget ya..“ (kata Yola Desnera)
Gubernur Jawa Barat berkata disesi pidatonya bahwa dengan diadakannya acara in juga salah satu kampanye lingkungan guna menjaga kelngsungan bumi. Bahwa kit adalahh plaku pembangunan untuk lingkungan sehingga di kemudian hari bisa mewujudkan kemajuan lingkungan dan peserta adalah duta lingkungan hidup. Pembangunan yang mendukung daya dukung dan daya tampung,kurang lebih begitu pidato gubernur.
Terlebih dengan diadakannya acara TUNZA ini juga meresmikan Babakan Siliwangi sebagai sebagai Hutan kota pertama di Indonesia dan juga terbesar di dunia. Padahal sebelumnya saya mendapatkan isu bahwa Babakan siliwangi akan dijadikan sebuah apartemen mewah dan tempatnya sangat strategis karena bersebelahan dengan Kampus ITB. Kemudian dilanjutkan dengan plenary session yang membahas tentang green economy and sustainable development ,’Youth in the green Economy: ReshapingLives and livelihood” oleh Menteri Kuntoro Mangkusubroto (Head of the presiential Delivery Unit on Monitoring Development) , Michael Dorsey (Youth 92 batch;Assstant Profesor,Dartmouth College’s Environmental Studies Programme), Wagaki Mwangi ( Youth 92 batch and Media Relations Officer,UN Convention to Combat Desertification), Wilson Ang ( Johannesburg 2002 batch: Founder/President,environmental Challenge Organization),and Vincent Jugault (senior Envirnment and decent work Specialist,ILO)
Pada hari ke 2 dan ke 3, acara dilanjutkan dengan workshop paralel 20-25 untuk youth dan children. Setiap peserta diberi kebebasan untuk memilih kelas yang disukainya. Tema Worksop yang saya ambil adalah Population and sustanable development ‘Building linkages human right,gender and youth empowerment’ inti dari materi workshop ini adalah bahwa perkembangan penduduk akan berpengaruh pada peran perempuannya karena kemajuan suatu bangsa yang besar karena peran penting perempuan di dalamnya, di sesi ini juga dijelaskan tentang sisi dimana perempuan merasa di rugikan. Saya juga memilih tema UNEP Outlook, The Role of Youth in Environment and Health Issues, RIO +20, UNEP ‘Global Environment Outlook (GEO) for Youth’,
Dari berbagai diskusi yang menarik tersebut dapat sebuah kesimpulan menarik dan pelajaran berharga bahwa negara maju sudah menerapkan perilaku budaya untuk menghargai lingkungan dengan tips ;’Recycle,Reduce dan… (lupa satu lagi). Misalnya : negara UK menerapkan di setiap super market memakai Tas Go Green yang ramah lingkungan,atau kebiasaan dari mereka 3 hari setelah koran selesai dibaca akan di Recycle untuk kemudian dijadikan Kran kembali,ada juga negara yang membuat koran bisa di makan setelah di baca karena mengandung Coklat, negara Korea juga pemerintahannya mendukung untuk recycle dengan memberikan Kotak BOX di Supermarket pengganti keresek agar bisa dipakai berulang-ulang.
Pada saat conferene pun sempat ada teleconference dengan artist dibelahan dunia yaitu samuel Letto, dia adalahh salah satu pemain sepak bola dunia yang peduli dan salah satu duta lingkungan. Dia juga dulunya kaum marginal yang tersisihkan karena perbedaan kulit di negaranya.
Kemudian hari peserta youth membahas Deklarasi Bandung yang akan menjadi rekomendasi untuk Konferensi Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Janeiro, Brazil, yang diselenggarakan PBB atau disebut juga Rio +20 pada Juni 2012 mendatang. Teman saya yang sekamar juga turut serta tepilih untuk persiapan deklarasi ini karena persiapannya juga ketat untuk perwakilan Indonesia di RIO+20 akhirnya terpilih ‘Gracia Paramitha’ yang andil juga sebagai panitia yang aktif dari kementrian Lingkungan hidup ( Sempat contact dengan kak Gracia setelah acara TUNZA usai, rencana akan mempersiapkan TUNZA versi Indonesia-nya, sip kita tunggu saja aksinya ^_^ )
Hari terakhir, kami melakukan penanaman pohon di babakan siliwangi yang menjadi world city forest yang konon banyak kontroversial. Yups, tentu seperti yang saya bilang diatas banyak kasak kusuk cerita ini, terutama setelah pembukaan Tunza ini banyak instansi terkait yang jadi tiba-tiba peduli pada Babakan Siliwangi, serta dari diskusi teman –teman Indoneia sempat saya nyeletuk begini ”kok,kenapa negara berkembang yang di suruh menanam pohon padalah negara majulah yang sebenarnya yang berperan central pada perubahan iklim,bumi yang semakin rusak?” setidaknya sekarang menjadi sebuah asumsi ada pihak lain yang merasa ketakutan negara berkembang akan menjadi saingan negara maju, sebagai tebusan dosa karena negara adikuasa yang banyak merusak lingkungan atau memang pure untuk menyelamatkan bumi? Saya berpendapat positifnya hal ini bisa menjadi aji mumpung Icon Bandung sebagai kota Kembang akan terus dilestarikan jika bisa menyelaraskan ide berkembang sebagai kota eco-wisata dengan pemandangan alamnya yang asri, memang tak salah. Saya berharap peran PBB tidak hanya sekarang saja, tapi berkelanjutan.
Selanjutnya hari ke 4 , kami melakukan field trip dengan beberapa alternatif tempat (hidro power jatiluhur-Purwakarta, Star Enegy kamojang-Garut, boscha, tangkuban perahu, dan Taman Djuanda dago pakar. Saya dapat kesempatan memilih ke Star Energy dan ternyata di Garut. Saya pernah kesini waktu Supercamp yang diadakan Asgar Muda tahun 2007, so sangat Menarik sekali karena selain pemandangannya yang eksotis juga karena pembangkit tenaga panas bumi akan jarang ditemui di tempat lain (emisi gas carbon yang dihasilkan paling rendah) saya pilih ini tapi karena sudah pernah kesana, alternatif saya pilih ke jatiluhur untuk melihat PLTA tapi saat Bus akan berangkat. Rekan saya dari Lampung dan NTB mengajak saya untuk memilih Field Trip ke Tangkuban Perahu juga karena mereka memaksa karena ada “sessuatu…” hehe (tidak bisa dijelaskan pokoknamah). Meskipun saya sudah merasa bukan tempat luar biasa untukku,karena kosanku backgroundnya yah view tangkuban perahu. Hadeuhh ^_^ tapi untuk Lunch nya sangat special karena makan di rumah makan Sunda Balibu-Lembang.
Selanjutnya acara free time, saya memilih jalan-jalan ke Ciwalk menemani teman-teman luar Bandung berbelanja oleh-oleh,shopping dan hang out.karena terlalu capek jalan seharian akhirnya saya tepar juga dan kembali ke hotel bukan untuk istirahat tapi saya malah menghabiskan waktu untuk mengejar deadline FIM (Forum Indonesia Muda) ke 11 pada 22-28 Oktober 2011 di Jakarta. Tapi lolos juga akhirnya alhamdulillah…
Hari terakhir adalah penutupan pun tiba, setiap peserta pun memakai pakaian adat dari negaranya. Pakaian adat yang menarik dan tanda dari keaneka ragaman budaya di dunia Yeah, it’s time to take pictures together. Clossing ceremony dimeriahkan dengan penampilan beberapa negara. Yang paling saya suka banyak menampilkan seni masing-masing dan terkesan lucu-lucu karena logat mereka seperti film-film yang pernah saya tonton sebelumnya. Banyak juga perwakilan negaranya adalah artist di negaranya. Ssaya terpukau dengan seorang anak kecil asal Kanada memakai pakaian adat dengan topi seperti bakul nasi di Sunda dengan ornamen menarik, memakai baju khas gaunnya kemudian bernyanyi di atas panggung dengan polosnya. So sweet, ada juga perwakilan India yang begitu heboh dengan Gaya Boliwood di tiap Tariannya membawa semua peserta asal India ke atas pentas dan Menari bersama dengan Indah dan Kompaknya. Semoga esok lebih menyenangkan lagi. So, im very happy in here coz have a choice in TUNZA.
Suara Musik Angklung menyemarakan pentas dan kami semua delegasi negara belajar angklung bersama secara ramai dan riuh. Para peserta juga mendapatkan kenang-kenangan Angklung dari kementrian KLH kerjasama dengan Saung Angklung Udjo. Kemudian kami memainkan angklung bersama dengan lagu You raise me up, Have a Dream, Jangan Menyerah dan terakhir ditutup dengan lagu Heal the World. Lagu itu membuat suasana begitu riuh, hiruk pikuk, plus haru bisa memainkan angklung bersama orang-orang seantero dunia. I’m so proud to be Indonesian.
Penutupan ini juga di tutup oleh Menteri Lingkungan Hidup ‘Gusti Moh.Hatta’ juga Wakil Gubernur Jawa Barat ‘Dede Yusuf’ dengan statemen dan promosinya makanan indonesia yang special adalah sambel, dodol dan berbagai kerajinan di Bandung yag begitu terkenal.
Dalam Acara ini yang begitu spektakuler menurutku,bahagia karena bisa bertemu dengan teman dari berbagai negara. Beberapa temanpun berkelakar di bus menuju hotel’esok mungkin kita tidak akan di iringi lagi oleh para polisi BRIMOB yang mengiringi kita kemanapun pergi, yang membuat macet Bandung ketika bus kitaa lewat selama seminggu ini, bukan jadi orang penting lagi yang dilihat orang tiap lewat tapi rakyat biasa yah” dan kebersamaan kami berakhir selama seminggu ini diiringi air mata.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Segenap keluarga Asgar Muda,kang Yuyus pak ketum,kang Goris,kang Cecep,Ardi dll.kepada Rizki yang membantuku buka website atau email ketika saya males ke warnet Serta teman conference yang menemaniku saat aku sakit Laury nasty,yang menolongku saat masuk UGD Borromeus pada hari ke 3 Ardi Asmud, Dissa dari Unesco JKT,Tim KLH yang menjenguk ku di UGD, KLH,UNEP, panitia,fasilitator,volenteer yang menyelenggarakan acara ini. Saya sangat bahagia meskipun tepar karena sakit dan jadi banyak dikenal dikalangan panitia dan fasilitator gara-gara mereka banyak beli pulsa dan masuk UGD yang bikin riweh semua orang. Makasih sudah banyak yang perhatian dan maafkan saya.

Salam Kadeudeuh takan Habis untuk Garut Tercinta ^_^

Garut,14 Oktober 2011

“Kamu Harus bermimpi , sebelum mimpi kamu jadi kenyataan”
Dr. A.P.J Abdul Kalam. Presiden India ke – 11

Comments on: "TUNZA CONFERENCE 2011 ( Just Share My Experience)" (4)

  1. […] Inilah Profil Menteri Lingkungan Hidup yang baruBalthasar “Berth” Kambuaya Menteri Lingkungan HidupBenahi Sungai Ciliwung, Kementerian Lingkungan Hidup Gandeng KorselTUNZA CONFERENCE 2011 ( Just Share My Experience) […]

  2. wahyu_arturo said:

    teh,, klu bisa diblog ini di cantumkan berita2 yg bersifat universal.. itu akan mningkatkan grade dri blog ini untuk di search engine google..

  3. mbak boleh dong bagi infonya buat TUNZA 2012, saya juga pengen ikut hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: