Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

My Mom Its Inspiring Moment

“kalau Misi-misi kebangsaan justru datang dari Warung Kopi ‘kata Gusdur’. Kalau Caraku berbeda Misi-misi tentang Kependidikan justru datang dari Bakmi Makmur deket Station Sore di bulan februari 2012 lalu ku temukan sebuah persepsi baru tentang Hidupku.. Ya , Duniaku ”

    Hari ini Me and mom sedang Galau.. hehe acara ibu dan anak berkeliling kota bandung, memberikan banyak arti tersendiri buatku. That’s right, hujan deras mengguyur kota Bandung sore itu. Sambil mencari sesuap baso mamahku yang kekeuh, aku menemukan akhirnya sebuah Warung Bakmi Makmur di deket station. Waktu menunjukan pukul 14.30 WIB, jadi masih ada waktu sekitar 01.30 jam sambil menunggu kedatangan kereta KRD Cibatu-Garut.

Me and mom memesan 1 mangkuk Yamien Panas yang Yummy ternyata, karena sedang galau akhirnya sepakat untuk memesan lagi 1 mangkuk Mie Goreng pedas. My Mom dengan kebiasaannya yang suka sekali ngobrol dengan orang baru, termasuk ke pedagang penjual Bakmi tersebut. Awalnya aku tak tertarik, Cuma My Mom mengajakku untuk berdiskusi mulai dari rasa masakan, sampai ke cara promosi bisnis, ah pada akhirnya aku juga yang turun tangan angkat bicara tentang konsep promosi,sampai berbagi pengalaman .. bla.. bla… blaa
Tapi sang pedagang itu yang merasa minder berkata “ah neng, bapak kan gak sekolah tinggi, jadi yah ngerasa menyesal saat udah tua gini, tak sekolah” aku jawab “heum, pak padahal menurut penelitian semakin tinggi strata pendidikan makin minder untuk berwirausaha apalagi dari nol” bapak itu menjawab lagi “yah nenk, setidaknya yang sekolah tinggi tidak akan seperti ini ekonominya” aku Cuma terdiam membisu tak bisa menjawab, setidaknya argumen nya setuju meski persepsi berbeda. Tapi My Mom pun menjawab”kalau emang bukan ahlinya yah mau bagaimanapun susah, sederhananya gini saya juga udah ikut berbagai kursus masak, menjahit dll. Saya pikir akan mendapatkan mata pencaharian dari situ eh malah tidak cocok, akhirnya banting stir menjadi wirausaha elektronik padahal saya penakut colokin listrik, tapi demi 3 anak pada akhirnya berjuang sendiri”. Aku merasa perkataan My mom sudah sangat jelas untuk dimengerti pedagang itu, intinya berjuang dan usaha pantang menyerah saja. “selagi BANK masih buka,bagaimanapun caranya yah saya bisa pinjam” itu celetukan khas my mom ketika anak-anaknya mengeluh dan bertanya ‘apakah bisa membiayai kuliah kami’. My Mom selalu menenangkan dan berkata “Tenang, Alloh Maha Kaya. Tak usah di pikirkan kamu dan adikmu yang di IPB lanjut kuliah saja. Rezeki sudah Alloh yang atur. Intinya sama saja orang tua yang tak mengkuliahkan anaknya sama kuliahin’ ekonominya pas-pasan bedanya orang tua yang mengkuliahkan anaknya duitnya Pas butuh yah ada, bagaimanapun caranya ‘ya hutang sana sini “

Setelah Siklus perjalananku yang aku jalani bersama keluargaku, meskipun ayahku meninggal saat aku berumur 4 tahun dan 2 adikku yang menjadi tanggungan sendiri ibukku harus berjuang dari Nol, itu nampaknya berpengaruh pada sikapnya pada kaum kecil ‘selalu saja ingin membantu, padahal My Mom juga sama susah dan butuh duit’ hehe

Saat pedagang Bakmie itu cerita tentang keluarganya, anaknya yang harus DO padahal kelas 3 SMP dan sebentar lagi UN. padahal sangat disayangkan, sepertinya tak berkaca pada masa lalu kecewa karena tidak sekolah tinggi atau mungkin karena tuntutan ekonomi. Tapi mungkin ada alasan lain yang sulit saya tangkap dari sorot mata pedagang Bakmie itu. Hanya saja terfikirkan untuk melanjutkan sekolahnya dengan PAKET B di usia 15 tahun, menurut Me and My Mom sangat disayangkan ‘right’ karena pada usia perkembangan remaja juga mereka tumbuh untuk mengenal banyak teman bergaul dan bersekolah, rasa-rasanya begitu menyakitkan kalau seumuran gadis manis itu harus ikut PAKET B kemudian PAKET C untuk melanjutkan SMA. Orang tuanya hanya bilang agar lebih simple saja. Pada akhirnya Me and My mom memberikan beberapa strategi untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi yaitu Beasiswa Bidik Misi. Intinya harus ada kemauan keras untuk mendapatkan Beasiswa dan semangat belajar. My Mom Cuma berpesan ke Gadis itu sebelum kami pergi ”yang Bisa mengangkat derajat orang tua adalah pendidikan tinggi anaknya”

Satu hal, dukungan keluarga sangat penting aku rasa dalam menentukan kesuksesan seorang anak ke jenjang berikutnya karena akan banyak hal permasalahan yang harus di hadapi. Saya bersyukur punya my Mom yang cerewet, tegas dan juga demokratis. My mom tak pernah menuntutku untuk IPK Tinggi pada akhirnya bisa saya dapatkan, My Mom juga memberikan semangat saat aku dengan terpaksa harus Cuti Semester lalu karena terlambat SPP, atau My Mom mencoba menegarkanku karena gagal ikut sidang Februari 2012 ini. Justru My Mom memberikan pemahaman kalau setiap Ujian yang di jalani akan mendapatkan Hikmahnya. Justru ketika menerima ujian, aku merasa lebih dekat dengan keluargaku, memberikan semangat yang tulus tiada henti tanpa ku harus meminta. Terima kasih Ya Alloh, semoga kau balas kebaikan pada orang-orang yang menyayangiku Amien.
Dan dalam perjalanan mengantar pulang My Mom berkata ”Hindari merendahkan orang kecil, ilmu itu kudu diamalkan meskipun sedikit” dan aku menjawab “Ima tambahin ‘karena belum tentu kita lebih mulia dari orang tersebut’ Good My Mom Thanx for your Experience,. ^_^

Comments on: "My Mom Its Inspiring Moment" (5)

  1. ”yang Bisa mengangkat derajat orang tua adalah pendidikan tinggi anaknya”
    yang tentunya selain tingkat akademik juga moral dan mental kesalihannya yg hrs dijunjung tinggi. Contoh kasus; para tersangka korupsi😦

    nice post,salam kenal

    -Umer-

    • wah betul sekali umer..

      pendidikan anti korupsi juga perlu ditananmkan sejak kecil. baca postingan saya sebelumnya ada kok ^_^ thanx udah baca yaa

    • betul pak umer.
      saya merasa pendidikan Indonesia kurang menjunjung moral dan nilai masyarakat. masih bagusan lulusan SD dulu, meskipun hanya bisa baca tulis hitung tapi karakter building nya justru lebih kena ^_^ goodluck
      selamat melakukan perubahan

  2. wahyu_arturo said:

    “tantangan yang tidak membuat kita mati,,
    kelak akan membuat kita menjadi kuat..
    spirit teh.. “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: