Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

bagi orang-orang awam mungkin terkesan aneh dan tak menyangka, banyak yang komentar seperti ini “kok ada ya jurusan Pendidikan Luar Biasa” terkesan Aneh sekaligus Takjub karena memang pengorbanannya dalam mengajar anak-anak luar biasa memang pembelajarannya Luar Biasa.
kebetulan saya akhirnya memutuskan untuk mendalami ilmu tentang anak tunalaras, memang kebanyakan orang kurang tahu soal tunalaras. padahal anak-anak tersebut tanpa disadari banyak disekitar kita. nah,sedikit bahas tentang anak tunalaras adalah anak yang mengalami penyimpangan emosi , perilaku dan juga sosial . jadi anak tersebut cenderung melanggar norma-norma yang ada di masyarakat .
sejak tanggal 07 Maret 2011 – mei 2011 saya bersama dengan rekan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan praktek lapangan PLP sebagai syarat dalam mata kuliah. setelah sekian lama dipacu dengan waktu belajar banyak materi di kampus. alhamdulillah dapat kesempatan untuk terjun langsung dan belajar banyak hal dengan murid tercinta.
pengalaman pertama saat bertemu dengan anak tunalaras,mungkin terkesan luar biasa bagi saya. wajahnya benar-benar innocent apalagi saat mereka berinteraksi ,bersalaman dan menyapa. sungguh kalau melihat secara kasat mata mereka benar-benar seperti anak baik-baik tidak ada masalah berarti.
baru ketika 3 hari mulai beradaptasi di lingkungan sekolah tersebut, mulai terjadi masalah seorang anak kelas 5 SD dianiaya oleh kakak kelasnya. saat jam istirahat tiba, anak kelas 5 SD tersebut bermain dan bajunya secara paksa di buka kemudian bagian intimnya dimain-mainin di toilet mesjid. anak tersebut langsung pingsan tak sadarkan diri, waw sekolah geger dan mencari pelakunya yang ternyata kakak tingkatnya tersebut pernah dianiaya oleh kakak tingkatnya pada saat asrama dulu.
tapi kebanyakan anak SLB E banyak berkilah, guru tidak langsung percaya begitu saja dengan muridnya. akhirnya dengan mata kepala sendiri, saya melihat guru tersebut menampar murid kakak tingkatnya supaya mengakui perbuatannya akhirnya kulitnya yang putih menjadi merah dan mereka mengakui bahwa mereka bermaksud bercanda untuk menjahili adik tingkatnya tersebut dan berjanji tidak akan melakukan lagi.
adik kelas yang pingsan tersebut, akhirnya dibaringkan ke kursi panjang dan diberikan minyak kayu putih agar cepat sadar, sedangkan teman yang menjahilinya tersebut ikut membantu dan memijat adik tingkatnya tersebut mereka akhirnya saling meminta maaf dan bermain bersama.
ini baru cerita pertama masih banyak cerita selanjutnya, dont miss it ^_^

Comments on: "Pengalaman Mengajar di SLB E Tunalaras Jakarta" (7)

  1. Wah cerita yang sangat menginspirasi kita! Terus berkarya ya Karima!!

  2. wahyu_arturo said:

    kesulitan apa yang anda hadapi ketika mengajar SLB?
    Seandainya nanti anda bergelut atau berkecimpung di SLB, hal apa yang akan anda berikan diluar kurikulum SLB tersebut?

  3. salam kenal. saya mahasiswa di salah satu univ di jaktim. kalo boleh tau dimana anda mengajar anak tunalaras? kalo boleh saya ingin minta alamat sekolah nya. karena saya mendapat tugas untuk observasi anak tunalaras. trims.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: