Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

Perjuangan malaikat bumi

Senin malam ,11 Oktober 2010 pukul 21.44wib

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Maka hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. An-Nisa : 4)
Subhanaalloh yang telah telah menciptakan seorang malaikat bumi, sungguh berucap syukur aku bisa hidup ke dunia ini dengan pertolongan dengan sentuhan malaikat yang menyapamu hampir tiap hari dalam hidupmu. Siapakah beliau itu ? dia adalah IBU mu..

Hari ini karima dapat pengalaman berharga, kisah ku hari ini ingin ku berbagi pada pembaca ^_^ oke baiklah kita mulai..

Pagi ini aku observasi ke SLB D Tunadaksa di jalan Mustang – Pasteur Bandung. Meski bersusah payah akhirnya sampai juga kesana , pagi itu kusapa anak – anak di koridor yang sedang makan istirahat, Gadis cilik itu bernama nurul dan ani dia tersenyum padaku dan mengajak berkenalan. Wah penghargaan besar untuk aku sendiri bisa ngobrol dengan mereka bertanya sekolah,belajar dll. Karena bagiku inilah momen paling bahagia dalam hidupku bisa bercanda tawa dengan mereka .. sungguh indah duniaku

Istirahat telah usai, aku masuk ke ruang praktek terapi anak kemudian mulai ikut menangani anak yang terapi, bertanya hal yang tidak paham,lalu mulai identifikasi anak dengan berbagai permasalahannya.

Sungguh luar biasa ceritanya, tapi pengalaman ini mudah-mudahan jadi pelajaran berharga buat kita ke depan kalau punya anak ^_^. ibu Rico (bukan nama sebenarnya) itu awalnya pernah mengalami keguguran pada anak kedua kemudian di KB selama 4 bulan. Ternyata setelah berhenti langsung hamil, rentang waktu untuk hamil sebenarnya anjuran dokter antara 6 bulan ke atas karena khawatir dengan kondisi rahim yang masih lemah. Tapi karena telah terjadi, akhirnya dokter menyarankan untuk check up medis 1 minggu sekali dan terdeteksi rahimnya ibu Rico itu tidak berkembang baik karena hal itu dilakukan USG sampai 2 kali dalam seminggu untuk memastikan kondisi bayi (menurutku,pengaruh laser pada USG sangat fatal pada kondisi bayi) tapi dokter memberikan obat penguat rahim,minyak ikan hiu untuk perkembangan otak janin. Nah, dokter pun diagnosa nya harus di gugurkan kandungannya ibu Rico karena tidak ada perkembangan signifikan. Tapi ibu rico tetap bertahan untuk kandungannya itu.

Menginjak usia 6 bulan dengan kondisi rahim yang lemah,membuat dokter itu berharap kandungannya harus, dikeluarkan tapi ibu masih ingin kandungannya bertahan. Dokter memberikan obat untuk penguat kandungan tapi beberapa jam kemudian mules dan melahirkan lancar malah sebelum dokternya datang hanya 1 jam dari waktu berangkat ke rumah.

Alhamdulillah persalinan bayi lancar, tapi sungguh kagetnya bayi nya tidak menangis >,< kulitnya mulai membiru. Bayi nya diberikan napas buatan menggunakan pompa, tapi bersyukur bisa selamat. Meski ketika karima tanya berapa berat badan bayi nya ? Ibu rico menjawab “berat badannya Cuma 1,2 kg dan panjang 32 cm lahirnya prematur” subhanalloh bayi itu bisa bertahan selama 2 bulan di inkubator terus dan asupan asi lewat selang mulai 1 cc sedikit demi sedikit. “Ya Alloh yang menghidupkan manusia sungguh ku bersyukur mempunyai ibu” doa ku lirih dalam hati.

Pada usia 4 bulan bayi itu mulai merespon dengan cahaya, benda sekitar, orang – orang yang selama ini merindukan dan menyapanya dalam lelap panjang tidurnya.

Perjumpaan karima dengan seorang ibu dan anaknya rico diruang terapi begitu banyak pelajaran yang diambil dari sebuah pengalaman menyentuh perjuangan ibu membesarkan rico yang sekarang telah berumur 5 tahun memiliki kelainan di kaki dan IQ nya di bawah rata-rata . Rico memakai baju SD lengkap dengan rompi dan dasi nya namun kaki nya bengkok sehingga belum bisa berjalan .

Karima belajar hari ini, kasih seorang ibu sepanjang masa. Meskipun dengan berbagai keterbatasan fisik anak bisa menerima apa adanya seorang anak yang merupakan anugerah Alloh. Sungguh kita pun jika sebagai orang tua kelak mungkin tidak akan bertahan seperti itu, tapi semoga kita bisa berusaha menerima hal itu sebagai salah satu upaya mengikhlaskan diri ibadah pada Alloh SWT. Semoga kita semua di lindungi Alloh SWT Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag