Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

Belajar dan Pembelajaran

sahabat, ini tulisanku tentang belajar dan pembelajaran ABK. hanya sebagai acuan saja!! kalau mau copas boleh saja tapi jangan lupa yah dengan LINK URL nya diriku ^_^

Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.

ada beberapa landasaran yuridis formal yang mendasari upaya untuk memberikan hak-hak pada anak berkebutuhan khusus, diantaranya yaitu :
1. UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 tentang hak mendapat pendidikan.
2. UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pasal 3, 5 dan 32 tentang pelayanan pendidikan khusus.
3. UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 48, 49, 50, 51, 52, 53
4. UU No. 4 tahun 1997 pasal 5 tentang penyandang cacat.
5. Deklarasi Bandung (Nasional) “Indonesia menuju pendidikan inklusif” 8-14 Agustus 2004.

Sejalan dengan hal tersebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 20 November 1989 menetapkan konfensi hak anak termasuk di dalamnya hak anak yang berkebutuhan khusus, di antaranya:

Dalam deklarasi Hak-hak Asasi Manusia Sedunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dinyatakan bahwa masa kanak-kanak berhak memperoleh pemeliharaan dan bantuan khusus.

Sebagaimana yang dinyatakan dalam Deklarasi Hak-hak anak, “anak karena tidak memiliki kematangan jasmani dan mentalnya, memerlukan pengamanan dan pemeliharaan khusus termasuk perlindungan hukum yang layak, sebelum dan sesudah kelahiran.”

Di semua negara bagian di dunia, ada anak-anak yang hidup dalam keadaan yang sulit, dan bahwa anak-anak seperti itu membutuhkan perhatian khusus.

dari definisi tentang Belajar dan Pembelajaran ABK dan faktor – faktor yang mempengaruhi pembelajaran !!

kesimpulannya bahwa pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus harus disesuaikan dengan hambatan perkembangan dan belajar anak agar dapat mengembangkan potensi secara optimal dengan prinsip – prinsip belajar.

Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang di mafifestasikan sebagai pola – pola respons yang baru berbentuk keterampilan , sikap , kebiasaan , pengetahuan . sedangkan pembelajaran merupakan suatu perubahan yang meliputi proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan , sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Bahwa prinsip layanan pendidikan bagi ABK didasarkan pada kesamaan hak anak berkebutuhan khusus mendapat pelayanan dalam proses intervensi yang diperuntukan untuk emmenuhi pelayanan pendidikan tersebut. Sedangkan prinsip layanan pendidikan berdasarkan pada karakteristik dan kebutuhan anak.

Faktor – faktor yang mempengaruhi pembelajaran siswa ada yang instrinsik dan ada yang ekstrinsik, di bawah ini adalah faktor lain yang mempengaruhi perkembangan belajar siswa antara lain :

1. Cita-cita atau Aspirasi Siswa
Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangn kepribadian. Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang (gambaran ideal) akan memperkuat semangat belajar, dan mengarahkan perilaku belajar.

2. Kemampuan Siswa
Keinginan seseorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Dengan didukung kemampuan, keberhasilan mencapai sesuatu akan menambah kekayaan pengalaman hidup, memuaskan dan menyenangkan hati anak. Karenanya kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.

3. Kondisi Siswa
Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmana dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.

4. Kondisi Lingkungan Siswa
Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkugan sekitar. Lingkungan sekitar itu berupa keadaan alam, tempat tinggal, pergaualan sebaya dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar.

5. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran
Semua unsur dinamis dalam proses belajar dan pembelajaran turut mempengaruhi motivasi belajar. Karena siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Untuk itu guru yang professional diharapkan mampu memanfaatkan semua unsure dinamis tersebut.

6. Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa
Intensitas pergaulan guru dan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa. Karenanya sebagai pendidik guru harus dapat memilah dan memilih dengan memberikan tauladan yang baik untuk membelajarkan siswa.

bagaimana perbedaan pendapat para ahli tentang prinsip layanan pendidikan ABK !!

 Prinsip Layanan Pendidikan ABK menurut Assjari :
• keseluruhan Anak (All The Children )
pemberian kesempatan bagi seluruh ABK dari berbagai derajat, ragam, perkembanan, kebutuhan belajar anak untuk mengembangkan potensinya secara optimal.

• Kenyataan (reality )
Pendidikan disesuaikan dengan hambatan perkembangan dan hambatan belajarnya
• Program Yang dinamis (A Dynamic program )
Layanan pendidikan harus menyesuaikan dengan tingkatan perkembangan dan teori – teori yang berkembang.
• Kesempatan yang sama (Equality of opportunity )
Diberikan kesempatan yang sama untuk menngembangkan potensinya secara optimal tanpa memprioritaskan jenis – jenis kelainan yang dialaminya dan kesempatan yang sama dalam menyediakan dan mengusahakan sarana dan prasarana yang ada.
• Kerjasama (Cooperative)
Perlunya kerjasama pihak – pihak yang terkait serta kerjasama yang ditimbulkan pada anak.

 Prinsip layanan Pendidikan ABK menurut Suparno :
• Prinsip kasih saying
• Prinsip keperagaan
• Prinsip keterpaduan dan keserasian antar ranah
• Prinsip pengembangan minat dan bakat
• Prinsip kemampuan anak
• Prinsip model
• Prinsip pembiasaan
• Prinsip latihan
• Prinsip pengulangan
• Prinsip penguatan

 Prinsip layanan pendidikan ABK menurut Widjajati dan Emanuel Hatipeuw:
• Prinsip Totalitas
• Prinsip Keperagaan
• Prinsip Berkesinambungan
• Prinsip Aktivitas
• Prinsip Individal

ABK Permanen adalah mereka yang mengalami ketunaan (disabilities) dan memilikinya. atau belajar yang menetap akibat ketunaan yang dimilikinya dari kondisi tersebut , coba jelaskan dampak ketunaan (Disabilities) terhadap pembelajaran yang dialaminya !

Dampak dari ketunaan yang dialami oleh anak berkebutuhan khusus menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran di kelas . Karena setiap anak mempunyai karakteristik khusus yang berbeda pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental , emosi atau fisik. Sehingga setiap ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka . Contohnya saja bagi anak tunanetra dalam pembelajaran di kelas mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan braile dan tunarungu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Jika anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya maka mereka tidak akan bisa belajar dengan maksimal , oleh karena itu pelayanan yang terbaik bagi anak berkebutuhan sangat penting terutama peran guru dalam proses pembelajaran atau berfungsi sebagai fasilitator untuk memberikan instruksi bagi pemahaman siswa dalam proses belajar. Sesuatu yang diajarkan tanpa adanya praktek atau alat peraga akan sangat sulit di terima oleh penyandang tunanetra karena yang digunakan hanya pendengaran dan perabaabnnya. Pembelajaran yang efektif dengan tunanetra adalah dengan konsep belajars ecara kongkrit. Dalam segi pribadinya pun penyandang tunanetra di ajarkan untuk dapat mandiri dan mengurus diri sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Namun kebanyakan tunanetra selalu ketergantungan terhadap orang lain. Di samping itulah dipengaruhi oleh faktor lingkungan misalnya keluarga yang sering memanjakan anak tersebut sehingga saat ke sekolah perilaku tersebut terbawa dan hanya meresahkan terhadap lingkungan sekitarnya. Walaupun begitu adalah kebutuhan ang sangat mendasar. Kesimpulannya bahwa setiap penyandang cacat mempunyai kendala dalam pembelajaran yang dialaminya baik dalam segi akademik maupun non akademik.

ciri – ciri kegiatan belajar mengajar yang mencapai kompetensi individual anak!

Dalam proses belajar mengajar sangatlah diperlukan suatu metode yang pas yang harus diterapkan dalam kegiatan belajar agar siswa dapat mencapai suatu keberhasilan.

Disinilah kita membutuhkan suatu renungan pemikiran dan kerja keras untuk memecahkan masalah yang berkenaan dengan belajar mengajar.

Untuk mencapai proses pembelajaran yang menunjang kompetensi Individual adalah :

• Pembalikan makna belajar
Makna dan hakikat belajar di artikan sebagai proses membangun makna / pemahaman penerimaan informasi dari sumber informasi dan/atau pemahaman. Dilakukan sendiri atau bersama dengan guru dalam membangun pemahaman siswa.

Kegiatan belajar tidak selalu dilakukan di dalam ruangan kelas berdasarkan rancangan tertentu tetapi ada kegiatan belajar yang dilakukan di luar ruang kelas tanpa mengikuti rancangan tertentu. Dengan kegiatan belajar di kelas secara konvensional siswa belajar untuk memenuhi tuntutan tugas dan rancangan dari guru. Tetapi masih begitu banyak aktivitas belajar yang tanpa mengikuti aturan konvensional yang dicerminkan dalam desain instruksional. Artinya, siswa belajar karena keinginannya sendiri. Karenanya pengetahuan tentang “belajar” karena ditugasi dan belajar karena motivasi diri “penting” bagi guru.

• Berpusat pada siswa
Kegiatan Belajar mengajar menempatkan siswa sebagai subyek belajar. Dengan memperhatikan : minat , bakat , kemampuan , cara dan strategi belajar, motivasi belajar , latar belakang sosial budaya , karakteristik fisik – emosi, dsb. Input yang di dapatnya adalah bahwa KBM dapat mendorong siswa mengembangkan potensi secara optimal.

• Mengembangkan keterampilan sosail , kognitif dan emosional
 Kegiatan pembelajaran perlu mendorong siswa untuk mengkomunikasikan gagasan hasil kreasi dan temuannya kepada siswa lain, guru atau pihak lain.
 Kegiatan pembelajaran memungkinkan siswa bersosialisasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan berlatih untuk bekerjasama
 Kegiatan pembelajaran perlu mendorong siswa untuk mengembangkan empati sehingga terjalin saling pengertian dengan menyelaraskan pengetahuan dan tindakan.

• Mengembangkan keingintahuan , imajinasi , dan fitrah ber-tuhan
 Kegiatan pembelajaran perlu mempertimbangkan rasa ingin tahu , imajinasi , dan fitrah ber- tuhan.

• Belajar sepanjang hayat
 Siswa memerlukan kemampuan belajat sepanjang hayat untuk bisa bertahan (survive) dan bisa berhasil (sukses) dalam menjalani proses kehidupan.
 KBM perlu mendorong siswa melihat dirinya secara positif , mengenal dirinya (kelebihan dan kekurangan), mensyukuri yang telah dianugerahkan Tuhan YME kepadanya.
 Keingintahuan , kemampuan memahami orang lain , kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.
 Supaya mendorong dirinya untuk senantiasa BELAJAR.

• Perpaduan kemandirian dan kerjasama
 Kegiatan pembelajaran mengembangkan semangat berkompetisi sehat untuk memperoleh penghargaan , kerjasama dan solidaritas.
 Kegiatan Pembelajaran perlu menyediakan tugas tugas yang memungkinkan siswa bekerja secara mandiri.

penutup
Anak berkebutuhan khusus hendaknya memperoleh pelayanan secara khusus. Apapun upaya untuk memberikan pelayanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus

Daftar Referensi
Telah di akses pada 05 Desember 2009 http://haveza.multiply.com/reviews/item/3

di antaranya:
(1) menindaklanjuti landasan yuridis,
(2) menindaklanjuti Konvensi hak anak,
(3) Melakukan kerjasama dengan orang tua, guru, organisasi profesional, dan masyarakat.

Comments on: "Belajar dan Pembelajaran" (3)

  1. TERIMAKASIH… MINTA IJIN COPA BEBERAPA BAGIAN.

  2. hhhheeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag