Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

“Menyambut Hari Penyandang Cacat International”
3 Desember 200
9

Memperingati Hari penyandang cacat International yang jatuh pada tanggal 3 Desember, menyadarkan kita sebagai individu sosial yang sempurna dalam hal fisik untuk senantiasa bersyukur kepada sang pencipta. Hendak bisa dikata, apa yang kita miliki sekarang adalah sebuah anugerah yang wajib kita syukuri. Makna ini sangat mendalam terutama bagi para pendidik yang akan berkecimpung langsung di dunia pendidikan khusus. banyak problematika yang tidak banyak diketahui masyarakat secara umum terutama masih banyaknya masyarakat awam yang paham tentang inklusi ”sebuah tema yang sedang di gemborkan oleh pemerintah” menjadi sebuah pemikiran bersama ke depan mengenai system pendidikan, birokrasi, aksesibiltas bagi penyandang cacat di Indonesia masih kurang tersentuh oleh segenap komponen pemerintah. Kita menyadari bahwa pendidikan itu harus berevolusi, makna perubahan bagi dunia pendidikan Inklusi di Indonesia saat ini jauh ketinggalan 40 -50 tahun ke belakang dari Negara – Negara maju seperti Norwegia , Amerika dan Jepang.

Belajar dari pengalaman beberapa kasus diskriminasi kemarin yang sempat saya baca dari sebuah media massa elektronik, misalnya kasus Ujian CPNS bagi mahasiswa Tunanetra lulusan 2008 dari Universitas Negeri Padang yang teraksa tidak bisa mengikuti ujian CPNS karena Tunanetra, padahal dalam ketentuannya Tunanetra bisa mengikuti ujian dengan menggunakan soal Braille, namun pihak panitia tidak menyediakan sehingga memakai alternatif lain dengan memakai jasa reader yang bertugas membacakan soal dan menulis jawaban. Namun hal ini tidak diperkenankan saat ujian sehingga terpaksa tidak bisa mengikuti. Berbeda dengan CPNS di Bandung, panitia CPNS sudah memahami system yang berlaku sehingga memberikan fasilitas soal Braille kepada Tunanetra .Hal ini yang masih menjadi bahan renungan bersama mengenai program pendidikan yang bisa menyentuh berbagai aspek masyarakat terutama para penggerak perubahan ”mahasiswa” untuk bersama – sama mewujudkan sebuah kedamaian dunia tanpa adanya diskriminasi social dan radikalisasi .

Berbeda dengan cerita seorang teman Tunanetra asal Bali yang telah di terima pada sebuah universitas negeri di Bali, namun akhirnya di tolak dengan alasan bahwa pihak universitas tersebut tidak bisa memberikan pelayanan maksimal . disisi lain adanya diskriminasi pada penyandang cacat tunanetra dengan melanggar hak asasi manusia “bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak”.

Perlu sebuah perencanaan matang apa yang bisa kita lakukan sebagai pemuda harapan bangsa yang bisa meneruskan perjuangan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak bahwa kecacatan tubuh seseorang bukanlah penghalang seseorang dalam berkarir, berkarya dan mempertahankan kehidupannya supaya menjadi lebih layak lagi. Hal yang menjadi acuan kita bersama dalam mengoptimalisasikan pendidikan pada perguruan tinggi dengan memasukannya pada kurikulum pembelajaran . agar para calon pendidik bisa mendapatkan pemahaman mengenai pendidikan inklusi, hal ini yang di upayakan oleh Negara Jepang dalam menyetarakan pendidikan.

Akhir kata, Selamat Hari Penyandang cacat International semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadikan inspirasi bagi setiap orang yang membacanya ”bahwa pendidikan untuk semua” tidak memandang bahwa orang tersebut cacat baik fisik , mental dan emosi. ( Maaf, apabila banyak kesalahan tulisan. Penulis sedang belajar dari pengalaman) terima kasih. Klik link : http://www.karimaberkarya.wordpress.com / http://www.karimaberkarya.kompasiana.com

Comments on: "“Menyambut Hari Penyandang Cacat International”" (2)

  1. simple_cerdas_kreatif_bravo ukhtiy….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: