Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

PUISI CERMIN DIRI

CERMIN DIRI

Oleh : Abdullah Gymnastiar

Tatkala kudatangi sebuah cermin

Tampak sesosok wajah yang telah kukenal dan sangat sering kulihat

Namun aneh…sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang ku lihat…..!!!!!

Tatkla kutatap wajah, hatiku bertanya ???

Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya

Bersinar di Syurga sana………

Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di Neraka Jahannam

Tatkala ku tatap mata nanar hatiku bertanya ????
Mata inikah yang kan menatap penuh kelezatan dan kerinduan

Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap Kekasih-kekasih Allah kelak

Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai

Menatap Neraka Jahannam…………

Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan

Wahai mata ?……apa gerangan yang kau tatap selama ini…………!!!!!

Tatkala ku tatap mulut…………!!!!!!!!!!!

Apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan

Mengucap……… La ilaha ilallah saat sakaratul maut menjemput

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur

Dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah Zakun Jahanam

yang getir, penghangus, penghancur setiap usus

Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang

Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu

yang mengiris tajam

berapa banyak kata-kata semanis madu yang palsu

yang engkau ucapkan untuk menipu

betapa jarang engkau jujur

betapa langkanya engkau syahdu

memohon agar Tuhan mengampunimu

Tatkala kutatap tubuhku……..

Apakah tubuh ini kelak yang penuh cahaya ?

bersinar, bersukacita, bercengkrama di syurga…..

atau tubuh yang akan tercabik-cabik

hancur, mendidih di dalam lahar, membara, terpasung tanpa ampun

derita yang tak pernah berakhir……

Wahai tubuh! Berapa maksiat yang engkau lakukan ?

Berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu ?

Berapa banyak hamba Allah yang lemah yang engkau tindas

dengan kekuatanmu ?

Berapa banyak peluru pertolongan yang engkau acuhkan dan tanpa peduli padahal engkau mampu ?

Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas wahai tubuh ?

Seperti apa gerangan isi hatimu ?

Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu ?

Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu ?

Apakah hatimu segagah ototmu ?

Atau selemah daun-daun yang mudah rontok ?

Apakah hatimu seindah penampilanmu ?

Atau sebusuk kotoran-kotoranmu ?

Betapa beda, betapa beda………………..

apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi

Aku…aku tlah tertipu ! aku tertipu oleh topeng..!!!

Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng !!!

Hanyalah topeng belaka….

Betapa ujian yang terhambur hanyalah ujian topeng

Betapa yang indah hanyalah topeng

Sedangkan aku hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus

Aku tertipu…..aku malu Ya… Allah…….

Allah….selamatkan aku Ya…. Allah…….

Allah….selamatkan aku ……… selamatkan aku…….

Amin Ya Robbal alamin.

( NB : Puisi ini akan di bacakan pada saat unjuk kabisa “pemilihan Annisa UPI 2009″ untuk grand final 15 besar. semoga puisi ini bisa menginspirasi orang-0rang dalam kehidupannya ) sabtu, 5 september 2009 at BPU UPI. semoga menjadi yang terbik… Allohu akbar

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: