Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

Komentar mengenai artikel di Koran tentang Autistik Dalam artikel tersebut, terdapat banyak sekali kerancuan penulis dalam penulisan kata”Autis” dan “Autisme”. Menurut Bandi Delphie yang telah membaca literature 45 buku baik dari dalam negeri dan luar negeri ,penulisan seharusnya “Autistik” karena kata –ik dalam kata”Autistik” berarti menunjukan kata sifat. Tulisan hanya berkisar seputar terapi okupasi sebagai penanganannya. Padahal banyak terapi lain yang tidak disinggung dalam penulisan artikel tersebut, misalnya : terapi Biomedik (focus penanganan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak), terapi integrasi sensoris (meningkatkan kematangan susunan saraf pusat), terapi Bermain, terapi perilaku, terapi fisik,terapi wicara, terapi music, terapi perkembangan, terapi visual, terapi medikamentosa (terapi obat-obatan ) dan terapi melalui makanan ( diet kasein dan gluten). Yang berhak menentukan diagnosis bahwa anak mempunyai gejala Autistik adalah Guru SLB yang terjun secara langsung di dalam kelas, di Bantu oleh Psikolog anak dalam mengidentifikasi gangguan kejiwaan, perilaku dan kepribadian, Dari bagian medis yang bisa memberikan berbagai terapi diet/ makanan yang sangat penting untuk menjaga asupan gizi yang masuk pada tubuh, dan terapis yang membantu dalam proses pemulihan dan mobilitas anak luar biasa. Sebelum memberi kesimpulan yang pasti tentang anak Autistik, maka kita harus melakukan dahulu diagnosa yang akurat dengan melakukan Asesmen Anak Autis. Untuk mengetahui adanya perbedaan perilaku anak Autistik dengan perilaku anak Normal. Konsultasi merupakan tahap awal orangtua lebih memperhatikan anaknya, konsultasi bisa dilakukan langsung ke universitas yang ditunjuk sebagai Center bagi penyandang anak luar biasa se-Indonesia. Juga bisa mengkonsultasikan kepada Ahli Medis, Terapis, dan psikolog anak. Penulisan dalam Artikel ini kurang berbobot, karena masih kurang dalam pemakaian tata bahasanya dan kurang dalam penanganan / tindakan yang nyata. Banyak terdapat kerancuan dalam penulisan kata,penulis tidak konsisten dalam identifikasikasus. Pertanyaan:

1. apakah fungsi diet kasein dan Gluten untuk anak Autistik ?

2. Anak Autistik sangat terkenal sebagai anak yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang tertentu, bagaimana agar masyarakat mengetahui bahwa Autistik di tangani oleh PLB? Sedangkan PLB kurang dikenal masyarakat, mereka lebih mengenal Autistik ditangani oleh Guru PLB ?

3. Terapi banyak dilakukan oleh anak Autistik dalam penyembuhan, apakah ada terapi hemat lain yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menangani anaknya yang mengidap Autistik ? apakah bisa disembuhkan? hal yang menjadi pernyataan di benak kita, harus menjadi bahan buat perenungan tentang dunia autistik. (karimaberkarya.wordpress.com) posted by : 13 june 2009

Comments on: "bahasa pendidikan mengenai penggunaan kata “autis”" (2)

  1. kayaknya isinya bagus, tapi itu tampilannya diubah ya…biar enak dibaca n semua orang tau karima calon spesialis autis…he3

    • sip, pastinya!!

      berubah seperti apa yah?? ehmm… ntar deh.. aku sedang belajar!! pasti banyak yang bantu buat menjadi profesional ternyata tak mudah,, tetep semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: