Hidup bukan sekedar kata,itu mengilhami dan menginspirasi semua orang

Tuhan menciptakan manusia sebaik-baiknya bentuk begitu pula penciptaan Anak yang sudah Tuhan lakukan, tak ada anak yang berbeda semuanya sama termasuk dengan anak berkebutuhan khusus.

Pada umumnya sebagian masyarakat terpaksa memilih sekolah umum karena terkait masalah biaya dan ketidaktahuan informasi sebagian masyarakat awam tentang intervensi dan Intervensi dini menjadi salah satu cara yang baiknya dilakukan orangtua pada anak mereka yang mengalami masalah atau berkebutuhan khusus. Intervensi dini biasanya dilakukan pada anak usia sekolah atau bisa juga dilakukan pada anak yang lebih kecil usianya untuk dideteksi apakah mengalami resiko kondisi perkembangan yang tidak sesuai usia atau berbagai kebutuhan khusus lainnya. Sehingga dapat memperbaiki masalah-masalah perkembangan yang ada dan mengantisipasi (sifatnya preventif).  Sikap peka orangtua sangat penting dalam  mengindetifikasi permasalahan sejak dini pada anak untuk memebangun kualitas perkembangan yang maksimal. Intervensi dini perlu dilakukan pad anak yang mengalami maasalah perkembangan. berguna meningkatkan perkembangan anak sehingga ketika anak mengalami masalah maka resiko kesempatan belajar tidak terjadi dengan kata lain, anak jadi lebih dapat fokus menerima pelajaran ( prestasi akademik membaik), kemampuan social dan bersosialisasi di masyarakat dan sekolah meningkat.

Dalam kehidupan sehari- kita sering di hadapkan pada persoalan  tentang  hambatan dan perkembangan  anak , karena setiap anak di ciptakan dengan unik. Terkadang banyak hal yang tidak di ketahui oleh orang tua tentang perkembangan anak mereka sehingga di perlukan penanganan khusus sejak dini.

Makna perkembangan pada seorang anak adalah terjadinya perubahan yang besifat terus nenerus dari keadaan sederhana ke keadaan yang lebih lengkap, lebih komleks dan lebih berdiferensiasi (Berk, 2003). Jadi berbicara soal perkembangan anak yang dibicarakan adalah perubahan. Pertanyaannya adalah perubahan apa saja yang terjadi pada diri seorang anak dalam proses perkembangan . Perkembangan anak penting dijadikan perhatian khusus bagi orangtua. Sebab, proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang.

Dewasa ini upaya – upaya membantu anak yang mengalami hambatan perkembangan telah mengalami pergeseran makna , pemerintah mulai menggalakan program pendidikan usia dini atau pada masa sebelum sekolah merupakan periode sampai usia 5 tahun (balita).  Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang perlu perhatian, karena awal kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan. Berbeda dengan otak orang dewasa, otak balita lebih plastis. Plastisitas otak ini mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk belajar dan diperkaya. Sedangkan sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan, terutama lingkungan yang tidak mendukung, termasuk kemiskinan dan stimulasi yang kurang. Sehingga masa ini disebut juga sebagai masa keemasan (golden period), jendela kesempatan (window of oppoturnity), atau masa kritis (critical period). Pada masa emas ini lah banyak stimulus yang dapat dengan cepat di respon anak.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

  1. Intervensi dini

Intervensi dini menjadi salah satu cara yang baiknya dilakukan orangtua pada anak mereka yang mengalami masalah atau berkebutuhan khusus. Intervensi dini biasanya dilakukan pada anak usia sekolah atau bisa juga dilakukan pada anak yang lebih kecil usianya untuk dideteksi apakah mengalami resiko kondisi perkembangan yang tidak sesuai usia atau berbagai kebutuhan khusus lainnya.

Intervensi diartikan egala langkah dan tindakan yang lebih baik dari cara-cara yang bersifat konvensional;sehngga kadang – kadang hanya tampak sebagai prinsio – prinsip umum yang berlaku dalam berbagai situasi,Smith et al (1976). Interveni dapat memperbaiki masalah-masalah perkembangan yang ada dan mengantisipasi (sifatnya preventif). Intervensi bisa dilakukan bila telah diadakan identifikasi. Untuk itu, perlu diadakan observasi, dilakukan oleh beberapa profesional dari segala sisi disiplin ilmu – untuk menentukan jenis intervensi yang akan dilaksanakan. Semua langkah intervensi harus dilaksanakan konsisten, perlu waktu sehingga memerlukan kesabaran dari orangtua. Apa pun intervensi yang telah disepakati, biasanya memerlukan waktu dan perlu persiapan mental dari semua pihak. Konsistensi, kesabaran dan berdoa adalah hal utama yang harus dimiliki dan dilakukan orangtua sebagai faktor utama keberhasilan intervensi.

Menurut penulis , Intervensi dini adalah menelaah hambatan atau perkembangan anak pada usia dini, antara 0-2 tahun. Meneliti sejauh mana perkembangan anak ini masih masuk dalam kategori normal atau diluar dari yang normal. Secara psikologi, patokannya dapat dilihat dari bagaimana anak berinteraksi dengan orangtua, anak cepat tanggap merespon pada instruksi yang diberikan oleh orangtua. Juga dapat dilihat, apakah anak aman atau tidak, anak dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan sejauh mana perkembangan pertumbuhan anak. Identifikasi dan intervensi sangat penting dalam hal membantu meningkatkan dan mempertahankan kehidupannya. Setiap anak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya namun itupun di sesusaikan dengan kondisi phsikisnya

Manfaat intervensi dini sangat penting karena pendidik mampu menyesuaikan dengan kebutuhan anak secara individual. Intervensi dan pendidikan memberikan solusi agar anak bisa berkembang secara optimal misal dalam hal komunikasi belajar, aktif secara social dengan teman sebaya, dan bisa meningkatkan kemampuan – kemampuan sesuai langkahnya sendiri, meningkatkan dan memfasilitasi proses ini dengan menyediakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan dan pembelajaran.

Salah satu langkah bantuan  yang tepat bagi anak yang mengalami hambatan perkembangan misalnya layanan intervensi dini yang dapat di lakukan orangtua pada anak antara lain instruksi khusus, terapi wicara, fisioterapi, nutrisi, pendidikan keluarga, layanan penglihatan teknologi penunjang, layanan kesehatan, layanan perawatan, audiologi, layanan psikologi, layanan diagnosa medis, layanan orthopedagog dalam pendekatan didaktisnya. Layanan-layanan tersebut dapat dilakukan di rumah, pusat terapi, rumah sakit.

 

2. Stimulasi

Stimulasi adalah ransangan yang dapat mempengaruhi kemampuan pengetahuan anak dalam mengembangkan aktivitas berfikir mengenai segala sesuatu yang dierap melalui panca indera. Tujuannya agar dapat berfungsinya otak secara maksimal, karena pada fase 5 tahun pertama (golden age)  adalah fase peka dalam pembentukan otak.

Dengan memberikan stimulasi pada periode  usia ini maka akan sangat mempengaruhi wadah pengetahuan sehingga menjadikan anak memiliki kemampuan berfikir yang luar biasa begitu pula sebaliknya.  Orangtua dan pendidik  dapat memberikan stimulasi dengan berbagai macam cara baik secara alamiah dari lingkungan sekitarmaupun di rekayasa seperti terapi behavioristik oleh Piaget . prinsipnya untuk memberikan ransangan positif , bersifat variatif .

Stimulasi secara alamiah dapat dilakukan anak dengan sendirinya ketika yang bersangkutan mulai belajar segala sesuatu dari awal. Misalnya belajar berjalan, makan, atau mencoba menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.

Adapun stimulasi lainnya dapat direkayasa dengan memberikan rangsangan pada setiap inderanya. Misalnya, merangsang penglihatan dengan memberikan warna yang cerah dan terang di dalam kamar tidur atau pada mainannya. Sementara itu, untuk merangsang pendengaran, dapat diberikan bunyi-bunyian berupa musik sejak bayi di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi anak.

Dalam pemilihan musik, sebaiknya orang tua lebih bijak karena musik bisa mempengaruhi IQ serta pembentukan karakter anak. Ada baiknya sejak masih di dalam kandungan anak sudah diperkenalkan dengan musik klasik.

Sedangkan untuk indera perabaan, kain yang mempunyai tingkat kekasaran atau kelembutan yang bervariasi dapat dijadikan media stimulasi. Semua stimulasi tersebut dapat mengembangkan dan memperluas otak anak sebagai wadah kognitif bagi mereka sehingga dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas.

Peran orang tua sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Selain itu, agar anak tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, pendidikan agama dan moral juga harus distimulus sedari dini.

3.    Siapa yang harus di intervensi ?

Banyak yang perlu orangtua dan pendidik pahami bahwa masa perkembangan anak adalah sangat penting untuk dilakukan intervensi dini bukan hanya mendeteksi hambatan anak tapi hal apa saja yang telah anak capai perkembangannya. Beberapa layanan intervensi dini yang dapat dilakukan orangtua terhadap anaknya antara lain instruksi khusus, terapi wicara, fisioterapi, nutrisi, pendidikan keluarga, layanan penglihatan, teknologi penunjang, layanan kesehatan, layanan perawatan, audiologi, layanan psikologi, layanan diagnosa medis. Layanan-layanan tersebut dapat dilakukan di rumah, pusat terapi, rumah sakit

Yang harus diintervensi adalah anak yang  setelah diketahui memiliki penyimpangan tumbuh kembang. karena waktu terbaik adalah ketika anak belum berusia lima tahun, karena masa lima tahun pertama kehidupan anak (balita) merupakan “Masa Keemasan (golden period) atau Jendela Kesempatan (window opportunity), atau Masa Kritis (critical period)”, maka periode itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki penyimpangan.

Untuk melakukan intervensi awal maka orangtua perlu berkonsultasi dengan tim inerveni dini yang ahli. Intervensi dini tersebut teridir dari dokter anak , psikiatri anak, pedaghogig, psikolog perkembangan anak , ahli nutrii, terapis dan bila dperlukan maka dokter neurology juga dokter rehabilitasi medi.  Para ahli tersebut bekerjasama dengan terapis wicara, terapis perilaku, terapis okupasi maupun orthopedagog dalam pendekatan didaktisnya, jika kemudian diketahui adanya permasalahan dalam perkembangan anak. Namun itu semua berpulang pada kondisi kebutuhan anak. Kegiatan pemberian perlakuan yang tersusun secara sistematis dan terstruktur dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Dimulai dari pengumpulan data penilaian perkembangan anak, data selanjutnya diolah untuk melihat kedudukan anak dalam situasi perkembangan umum lalu orangtua atau pengasuh diberi pengarahan lalu pemberian metode intervensi dini bagi anak, pemberlakuan tindakan ini perlu dicermati agar berhasil.

4.   Metode intervensi dini

Contoh : Anak yang mengalami kesulitan belajar

Metode intervensi dini bagi kesulitan belajar perkembangannya sampai saat ini belum terstruktur secara khusus.Berbeda dengan anak-anak penyandang down sindrom, penyandang autistic spectrum disorder (ASD), penyandang Cerebral Palsy (CP) dan lainnya yang sudah memiliki program terstruktur dengan lembaga pendidikan maupun layanan intervensi dini yang khusus.Anak berkebutuhan khusus (ABK), penanganan intervensi dininya seperti ‘ada dan tiada’, karena mereka tersebar di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini umum dan mendapatkan perlakuan umum yang tentu saja kurang menguntungkan bagi perkembangan kepribadiannya.

Untuk jenis masalah kebutuhan khusus anak, pemberlakuan layanan intervensi dini pada jenis masalah anak berbeda, misalnya saja anak yang mengalami masalah autisme perlu melakukan deteksi dini sejak dalam kandungan, deteksi dini saat anak dilahirkan hingga usia 5 tahun melalui cara pengamatan maupun skrening, dengan cara CHAT (Checklist Autism in Toddlers, biasanya dilakukan pada anak diatas usia 18 bulan).

5. Simpulan

identifikasi dan asesmen dilakukan sebelum stimulasi dan intervensi dini kepada anak karena identifikasi berkenaan dengan upaya menemukan anak-anak yang diduga beresiko mengalami hambatan atau gangguan, asesmen berkenaan dengan upaya untuk menilai atau mengetahui kelemahan dan kelebihan yang telah dimiliki anak. Sedangkan stimulasi dan intervensi merupakan upaya pemberian perlakuan agar hambatan atau gangguan tersebut dapat dicegah atau ditanggulangi. Identifikasi- asesmen dan stimulasi -intervensi dapat dibedakan tetapi keduanya saling terkait. Identifikasi-asesmen tanpa ditindaklanjuti dengan stimulasi- intervensi tidak ada gunanya, dan stimulasi- intervensi tanpa didasarkan atas hasil identifikasi dan asesmen juga tidak ada gunanya dan bahkan mungkin dapat menimbulkan malapetaka.

Comments on: "Stimulasi Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus" (4)

  1. salam kenal, tulisannya bagus-bagus. dan bermanfaat bagi pembacanya, saya jadi terdorong untuk terus belajar. terima kasih.

  2. good! teruslah berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: