Just another WordPress.com weblog

    Tepatnya pada bulan Agustus saya melihat milis ASGAR MUDA tentang Acara Tunza ini, awalnya saya iseng saja buka website Tunza dan semua informasi tentang Tunza langsung saya tertarik karena acaranya akan banyak anak-anak internasional mungkin saya jadi pendamping mereka, pikirku. Kemudian, barulah saya cari tau lebih lanjut, apa sih TUNZA Conference?? Tunza berasal dari bahasa afrika yang artinya peduli tentang lingkungan. Tunza merupakan salah satu program UNEP (United Nation Environment Programme) yang digelar rutin dua tahun sekali. Tunza tahun ini digelar selama 5 hari, 27 Sept -1 Okt 2011 di Sabuga, ITB. TUNZA International Children and Youth Conference On the Environment 2011 memiliki tujuan mendesak negara-negara di dunia untuk menyelamatkan bumi.

Waktu itu yang masukin informasi tersebut kang goris Mustaqiem ST (mantan Ketua Asgar Muda Periode 2007-2009). Waktu itu spontan saya kirim Saya SMS ke kang Goris agar saya dapat ikutan Acara TUNZA. Maklum,saya termasuk tukang eksis kalau acara yang beginian hehe ^_~
Saat itu jawaban kang goris katanya sudah penuh sama temen asgar muda yang lain. Tapi waktu itu saya minta informasi kalau ada info lagi untuk memberitahu. Singkat cerita, saya dan Ardi yang akhirnya jadi delegasi asgar muda meski dalam jangka 2-3hari mengejar deadline di kirim aplikasi CV essay di fomulirnya serta harus di warnet sampai larut malam sekitar jam 10 malam di garut (tanpa ada angkot dan akhirnya jalan kaki sendirian di malam jumat) akhirnya bisa lolos juga ke TUNZA Alhamdulillah, saya merasa perjuangan itu harus di lalui dengan rintangan serta air mata.
Setelah beberapa hari menunggu,saya dan ardi Rustamsyah (Farmasi S2 ITB yang juga Tetangga rumahku) akhirnya bisa lolos dan kami mempersiapkan mental juga disana, H-1 saya keliling Garut buat persiapan berangkat dan mempunyai ide untuk promosi Garut ke kancah Internasional. Maklum sebagai perwakilan daerah Garut sekalian promosi kedaerahan juga.
Akhirnya saya kerjasama dengan Pengurus ASGAR MUDA Kabid Pendidikan kang Cecep Ernanto yang sedang membuka biisnis Batik Garutan dan Rajutan. Saya bisa menjalankan misi bisnis dan promosi budaya garut, seperti pepatah mengatakan “Menyelam ambil minum Air, satu dua pulau terlampaui”. Saya berfikir saat conference si bule-bule itu akan bertanya tentang shopping,factory outlet atau handycraft. Daripada mereka kebingungan beli di luar, bisa lah saya dapat kesempatan Promosi.
Hari yang ditunggu pun tiba,sebelum berangkat saya juga sempat Deposit Pulsa ke Counter Center. Setelah itu baru memberikan info sms ke panitia ,fasilitator dan Peserta bahwa saya jualan pulsa. Saya rasa bisnis ini paling cocok saat conference, terbayanglah jadwal super padat butuh koordinasi Peran Pulsa banyak saat perlu. Intinya saya jadi memudahkan teman-temannya Just not for conference but bussiness also ^_^ hehe (bisa di tiru).
Hari yang dtunggu tiba, saya check in ke hotel Marbella@Dago Pakar Bandung pada 26 September 2011 pada jam15.30 WIB menggunakan Taksi Blue Bird. Setelah sampai, saya sudah dipersiapkan kamar 1016 bersama 4 rekan lainnya karena bentuk kamarnya Family Room saya merasa lebih nyaman seperti itu karena bisa berkenalan dengan teman baru lebih banyak. Saya sekamar dengan Lia Bana Dari Eco-Indonesia, Shirly dari UI,Putri dari ITB,dan Rana seorang Children yang masih duduk kelas 6 SD di Bogor. Pemandangan Hotel so sweet bangets-lah, apalagi kalau malam datang seperti bintang itu sangat dekat digapai karena dikelilingi bukit bintang cahaya dari rumah penduduk. Memang cocok untuk honey moon jauh dari akses kendaraan (harus naek Taksi Teteup) tapi juga sulit kaburr kalau ada keperluan mendesak hehe
Malam Harinya kami semua dinner di hotel setelah itu mengadakan briefing untuk mempersiapkan besok, maklum untuk open Ceremonial yang akan datang pejabat Jadi ada persiapan protokoler. Untuk orang Indonesia anak-anak dan Pemuda di hotel Marbella, untuk para bule kebanyakan di Holiday Inn, sedangkan untuk para panitia dan fasilitator di hotel Luxton, untuk para tamu VIP di hotel Sheraton.
Pada 27 September 2011, acara inti TUNZA siap dimulai. Tunza diikuti oleh sekitar 1.500 youth dan children peserta dari 150 negara yang tergabung dalam United Nation. Opening ceremony ini dihadiri oleh wakil presiden RI Budiono, Menteri Lingkungan Gusti Muhammad Hatta, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan executive director UNEP Achmin Steiner. Pembukaan acara ini diawali penampilan tari Merak (icon acara Tunza 2011), tari Topeng,Tri merak kemudian Jamaica café dengan acapellanya membawakan beberapa lagu, diantaranya Keong Racun. Weits, ternyata lagu ini sangat fenomenal di dunia, bahkan peserta joged tangan ala Sinta Jojo, “sesuatu banget ya..“ (kata Yola Desnera)
Gubernur Jawa Barat berkata disesi pidatonya bahwa dengan diadakannya acara in juga salah satu kampanye lingkungan guna menjaga kelngsungan bumi. Bahwa kit adalahh plaku pembangunan untuk lingkungan sehingga di kemudian hari bisa mewujudkan kemajuan lingkungan dan peserta adalah duta lingkungan hidup. Pembangunan yang mendukung daya dukung dan daya tampung,kurang lebih begitu pidato gubernur.
Terlebih dengan diadakannya acara TUNZA ini juga meresmikan Babakan Siliwangi sebagai sebagai Hutan kota pertama di Indonesia dan juga terbesar di dunia. Padahal sebelumnya saya mendapatkan isu bahwa Babakan siliwangi akan dijadikan sebuah apartemen mewah dan tempatnya sangat strategis karena bersebelahan dengan Kampus ITB. Kemudian dilanjutkan dengan plenary session yang membahas tentang green economy and sustainable development ,’Youth in the green Economy: ReshapingLives and livelihood” oleh Menteri Kuntoro Mangkusubroto (Head of the presiential Delivery Unit on Monitoring Development) , Michael Dorsey (Youth 92 batch;Assstant Profesor,Dartmouth College’s Environmental Studies Programme), Wagaki Mwangi ( Youth 92 batch and Media Relations Officer,UN Convention to Combat Desertification), Wilson Ang ( Johannesburg 2002 batch: Founder/President,environmental Challenge Organization),and Vincent Jugault (senior Envirnment and decent work Specialist,ILO)
Pada hari ke 2 dan ke 3, acara dilanjutkan dengan workshop paralel 20-25 untuk youth dan children. Setiap peserta diberi kebebasan untuk memilih kelas yang disukainya. Tema Worksop yang saya ambil adalah Population and sustanable development ‘Building linkages human right,gender and youth empowerment’ inti dari materi workshop ini adalah bahwa perkembangan penduduk akan berpengaruh pada peran perempuannya karena kemajuan suatu bangsa yang besar karena peran penting perempuan di dalamnya, di sesi ini juga dijelaskan tentang sisi dimana perempuan merasa di rugikan. Saya juga memilih tema UNEP Outlook, The Role of Youth in Environment and Health Issues, RIO +20, UNEP ‘Global Environment Outlook (GEO) for Youth’,
Dari berbagai diskusi yang menarik tersebut dapat sebuah kesimpulan menarik dan pelajaran berharga bahwa negara maju sudah menerapkan perilaku budaya untuk menghargai lingkungan dengan tips ;’Recycle,Reduce dan… (lupa satu lagi). Misalnya : negara UK menerapkan di setiap super market memakai Tas Go Green yang ramah lingkungan,atau kebiasaan dari mereka 3 hari setelah koran selesai dibaca akan di Recycle untuk kemudian dijadikan Kran kembali,ada juga negara yang membuat koran bisa di makan setelah di baca karena mengandung Coklat, negara Korea juga pemerintahannya mendukung untuk recycle dengan memberikan Kotak BOX di Supermarket pengganti keresek agar bisa dipakai berulang-ulang.
Pada saat conferene pun sempat ada teleconference dengan artist dibelahan dunia yaitu samuel Letto, dia adalahh salah satu pemain sepak bola dunia yang peduli dan salah satu duta lingkungan. Dia juga dulunya kaum marginal yang tersisihkan karena perbedaan kulit di negaranya.
Kemudian hari peserta youth membahas Deklarasi Bandung yang akan menjadi rekomendasi untuk Konferensi Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Janeiro, Brazil, yang diselenggarakan PBB atau disebut juga Rio +20 pada Juni 2012 mendatang. Teman saya yang sekamar juga turut serta tepilih untuk persiapan deklarasi ini karena persiapannya juga ketat untuk perwakilan Indonesia di RIO+20 akhirnya terpilih ‘Gracia Paramitha’ yang andil juga sebagai panitia yang aktif dari kementrian Lingkungan hidup ( Sempat contact dengan kak Gracia setelah acara TUNZA usai, rencana akan mempersiapkan TUNZA versi Indonesia-nya, sip kita tunggu saja aksinya ^_^ )
Hari terakhir, kami melakukan penanaman pohon di babakan siliwangi yang menjadi world city forest yang konon banyak kontroversial. Yups, tentu seperti yang saya bilang diatas banyak kasak kusuk cerita ini, terutama setelah pembukaan Tunza ini banyak instansi terkait yang jadi tiba-tiba peduli pada Babakan Siliwangi, serta dari diskusi teman –teman Indoneia sempat saya nyeletuk begini ”kok,kenapa negara berkembang yang di suruh menanam pohon padalah negara majulah yang sebenarnya yang berperan central pada perubahan iklim,bumi yang semakin rusak?” setidaknya sekarang menjadi sebuah asumsi ada pihak lain yang merasa ketakutan negara berkembang akan menjadi saingan negara maju, sebagai tebusan dosa karena negara adikuasa yang banyak merusak lingkungan atau memang pure untuk menyelamatkan bumi? Saya berpendapat positifnya hal ini bisa menjadi aji mumpung Icon Bandung sebagai kota Kembang akan terus dilestarikan jika bisa menyelaraskan ide berkembang sebagai kota eco-wisata dengan pemandangan alamnya yang asri, memang tak salah. Saya berharap peran PBB tidak hanya sekarang saja, tapi berkelanjutan.
Selanjutnya hari ke 4 , kami melakukan field trip dengan beberapa alternatif tempat (hidro power jatiluhur-Purwakarta, Star Enegy kamojang-Garut, boscha, tangkuban perahu, dan Taman Djuanda dago pakar. Saya dapat kesempatan memilih ke Star Energy dan ternyata di Garut. Saya pernah kesini waktu Supercamp yang diadakan Asgar Muda tahun 2007, so sangat Menarik sekali karena selain pemandangannya yang eksotis juga karena pembangkit tenaga panas bumi akan jarang ditemui di tempat lain (emisi gas carbon yang dihasilkan paling rendah) saya pilih ini tapi karena sudah pernah kesana, alternatif saya pilih ke jatiluhur untuk melihat PLTA tapi saat Bus akan berangkat. Rekan saya dari Lampung dan NTB mengajak saya untuk memilih Field Trip ke Tangkuban Perahu juga karena mereka memaksa karena ada “sessuatu…” hehe (tidak bisa dijelaskan pokoknamah). Meskipun saya sudah merasa bukan tempat luar biasa untukku,karena kosanku backgroundnya yah view tangkuban perahu. Hadeuhh ^_^ tapi untuk Lunch nya sangat special karena makan di rumah makan Sunda Balibu-Lembang.
Selanjutnya acara free time, saya memilih jalan-jalan ke Ciwalk menemani teman-teman luar Bandung berbelanja oleh-oleh,shopping dan hang out.karena terlalu capek jalan seharian akhirnya saya tepar juga dan kembali ke hotel bukan untuk istirahat tapi saya malah menghabiskan waktu untuk mengejar deadline FIM (Forum Indonesia Muda) ke 11 pada 22-28 Oktober 2011 di Jakarta. Tapi lolos juga akhirnya alhamdulillah…
Hari terakhir adalah penutupan pun tiba, setiap peserta pun memakai pakaian adat dari negaranya. Pakaian adat yang menarik dan tanda dari keaneka ragaman budaya di dunia Yeah, it’s time to take pictures together. Clossing ceremony dimeriahkan dengan penampilan beberapa negara. Yang paling saya suka banyak menampilkan seni masing-masing dan terkesan lucu-lucu karena logat mereka seperti film-film yang pernah saya tonton sebelumnya. Banyak juga perwakilan negaranya adalah artist di negaranya. Ssaya terpukau dengan seorang anak kecil asal Kanada memakai pakaian adat dengan topi seperti bakul nasi di Sunda dengan ornamen menarik, memakai baju khas gaunnya kemudian bernyanyi di atas panggung dengan polosnya. So sweet, ada juga perwakilan India yang begitu heboh dengan Gaya Boliwood di tiap Tariannya membawa semua peserta asal India ke atas pentas dan Menari bersama dengan Indah dan Kompaknya. Semoga esok lebih menyenangkan lagi. So, im very happy in here coz have a choice in TUNZA.
Suara Musik Angklung menyemarakan pentas dan kami semua delegasi negara belajar angklung bersama secara ramai dan riuh. Para peserta juga mendapatkan kenang-kenangan Angklung dari kementrian KLH kerjasama dengan Saung Angklung Udjo. Kemudian kami memainkan angklung bersama dengan lagu You raise me up, Have a Dream, Jangan Menyerah dan terakhir ditutup dengan lagu Heal the World. Lagu itu membuat suasana begitu riuh, hiruk pikuk, plus haru bisa memainkan angklung bersama orang-orang seantero dunia. I’m so proud to be Indonesian.
Penutupan ini juga di tutup oleh Menteri Lingkungan Hidup ‘Gusti Moh.Hatta’ juga Wakil Gubernur Jawa Barat ‘Dede Yusuf’ dengan statemen dan promosinya makanan indonesia yang special adalah sambel, dodol dan berbagai kerajinan di Bandung yag begitu terkenal.
Dalam Acara ini yang begitu spektakuler menurutku,bahagia karena bisa bertemu dengan teman dari berbagai negara. Beberapa temanpun berkelakar di bus menuju hotel’esok mungkin kita tidak akan di iringi lagi oleh para polisi BRIMOB yang mengiringi kita kemanapun pergi, yang membuat macet Bandung ketika bus kitaa lewat selama seminggu ini, bukan jadi orang penting lagi yang dilihat orang tiap lewat tapi rakyat biasa yah” dan kebersamaan kami berakhir selama seminggu ini diiringi air mata.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Segenap keluarga Asgar Muda,kang Yuyus pak ketum,kang Goris,kang Cecep,Ardi dll.kepada Rizki yang membantuku buka website atau email ketika saya males ke warnet Serta teman conference yang menemaniku saat aku sakit Laury nasty,yang menolongku saat masuk UGD Borromeus pada hari ke 3 Ardi Asmud, Dissa dari Unesco JKT,Tim KLH yang menjenguk ku di UGD, KLH,UNEP, panitia,fasilitator,volenteer yang menyelenggarakan acara ini. Saya sangat bahagia meskipun tepar karena sakit dan jadi banyak dikenal dikalangan panitia dan fasilitator gara-gara mereka banyak beli pulsa dan masuk UGD yang bikin riweh semua orang. Makasih sudah banyak yang perhatian dan maafkan saya.

Salam Kadeudeuh takan Habis untuk Garut Tercinta ^_^

Garut,14 Oktober 2011

“Kamu Harus bermimpi , sebelum mimpi kamu jadi kenyataan”
Dr. A.P.J Abdul Kalam. Presiden India ke – 11

Ayah..
sepenggal cerita bersamamu
mungkin
orang lain hanya menganggap sepenggal kisah
anak kecil yang ditinggal pergi oleh ayahnya

tapi justru bagiku, hal itu membuatku banyak belajar sesuatu tentangmu
semuanya karena CINTA

aku mencintainya karena perjuangannya mendidik anak dan istri
aku mencintainya karena inspirasinya untuk orang banyak
aku mencintainya karena ketaatan ibadahnya pada sang pencipta

dari situ aku belajar
bagaimana rasanya kehilangan ayah
disaat banyak orang yang masih punya orang tua mengacuhkannya
disaat banyak waktu luang ku habiskan bersama teman
disaat kehidupanku di dunia lebih banyak dihabiskan untu mencari dunia

saat itu aku berharap kembali ke ruang waktu
ingin bersama dengan ayah ibuku di masa kecilku
bermain dengan canda tawa, atau melihat mereka tersenyum saat aku dengan nakalnya naik pohon

aku hanya ingat ketika usiaku 4 tahun..
masih terngiang kenanganku bersamanya
suatu hari diwaktu sore di akhir pekan
saat aku mengganggunya ketika sholat, karena aku ingin jajan
ayahku tetep teguh mendirikan sholatnya meski ku ganggu
akupun menangis pilu, meskipun tetap ayahku melarang untuk jajan
lalu aku tersadar ketika dewasa bahwa ternyata ayahku sedang menjagariku tentang hidup sederhana
dan tidak tergantung pada uang

ketika ayah dan keluarga akan pergi ke perantauan kembali ke sumatera
beliau lah yang akan berjalan ke tiap tetangga
sambil menggendongku untuk bersalaman dan pamitan
ternyata ayahku sedang mengajariku untuk senantiasa berbuat baik pada tetangga

ketika ayah sedang melewati kerumuan tetangga
beliau tak segan untuk menyapa dan mengucapkan salam
sambil membungkukkan badan setengahnya
ternyata ayah sedang mengajariku cara bersopan santun

ayahku..
perangai lemah lembut dan ramah..
jarang bicara namun banyak bekerja
selalu taat dalam beribadah
mencintai ilmu dan kehidupan
mencintai keluarga dan sangat sayang pada anak-anaknya

Ya Aloh ,.
aku bangga punya ayah sepertimu
semoga alloh menempatkan di sisimu ya alloh
ampuni dosa-dosanya
tempatkan di sisimu yang terbaik

AMien

Note khusus teruntuk adik-adikku tercinta. semoga Alloh memberikan ketegaran dan kekuatan untuk keluarga kita dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan amien
Luthfi Fauzan dan Herlinda Puspitasari

‎”SABAR Setegar mamah membesarkan kalian,yakinlah kalian bisa sukses meskipun tanpa ayah”-pesan mama- bismillah :)

Jika melihat pendidikan di berbagai belahan dunia pasti akan berbeda,apalagi di Indonesia yg pasti berbeda dg amerika jepang, berbagai negara maju yg punya sistem berbeda. saya memberikan aplouse ke negara yg punya sistem pendidikan yg baik. saya banyak baca artikel,film dan cerita rekan-rekan yg sedang berselancar di belahan dunia. banyak yg saya simpulkan satuhalnya karena terfokus di pendidikan Indonesia yg maaf *masih semrawut! saya berharap tulisan ini bisa menggugah banyak orang untuk lebih paham pendidikan Indonesia mau dibawa kemana”?

waktu saya PLP di SLB E di sebuah kota besar, sistem pendidikan sesuai dg diknas. tapi saya terkaget-kaget Shock ketika pada awal mengajar, seorang guru menampar anakdidiknya karena suatu kesalahan. memang iya, cara menangani anak berbeda-beda. bahkan kalau kata saya kekerasan pun bisa dilakukan jika memang sudah kelewatan dan cara memukul pun harus sesuai dengan kaidah dan norma islam dalam hal ini nilai kemanusiaan. tak perlulah menampar murid terus-terusan hingga pipi putihnya merah, cukup pukul kaki atau tangannya jika salah.
Memang yang ditangani ini bukan anak normal, mereka adalah anak-anak limpahan LAPAS ataupun kasus-kasus anak yg tidak dilimpahkan ke meja hijau. jadi benar-benar untuk rehabilitasi sosial dan ini bener-bener luar biasa. menjadi guru di sekolah tersebut harus ekstra sabar.
saya kemudian mengejawantahkan dengan pendidikan di Indonesia yg dipelosok-pelosok negeri, yang tak terpantau media dan terus ingin melakukan perubahan pendidikan dengan cara yang salah. memakai berbagai macam alat-alat ampuh ngajar misalnya sapu lidi,tongkat, penggaris besi ataupun benda-benda disekitar yang digunakan sebagai alat pembasmi siwa-siswa nakal. tapi haruskah?
Pada akhir tahun 2011 sebuah talkshow digelar, saat itu Pak Anies Baswedan bercerita tentang kondisi real saat seorang guru didikannya mengajar pertama kali di SDN yg kumuh di pulau sulawesi. saat pertama kali masuk ke kelas, dengan penuh antusiasnya murid memperhatikan gurunya. namun ketika sang guru melihat berbagai macam alat untuk menghukum tersebut! sang guru bertanya pada murid “ini buat apa?” dan sang muridpun menjawab” ini buat memukul kami pak, ketika kami nakal! serunya” dan sang guru pun kaget kemudian melempar alat-alat tersebut keluar kelas. lalu kelaspun hening karena muridnya kaget.

Satu hal yang bisa kita angkat adalah sistem pendidikan yang justru makin rusak, dengan kualitas siswa rendah. terbayanglah ketika saya kuliahpun seperti itu, bagi saya dosen lulusan luar negri lebih bagus memahami mahasiswanya karena mungkin beberapa hal, pendidikan pola fikir mereka berkembang secara baik. mereka mungkin ingin memberikan banyak perubahan di sistem tapi sulit, karena pola berfikir orang-orang Indonesia sudah menahun. jikalau paham dengan situasi Indonesia lebih mendalam, berniat tulus membangun bangsa. baiknya seorang dosen atau pendidik memahami secara betul, apa saja yg harus di ubah.

ketika saya bercerita pada seorang rekan saya di mesir, tentang sistem pendidikan disana seperti apa. dia bilang kampusnya begitu killer dan sulit saat sidang. namun sistem belajarnya lebih berbobot dan sistematis. yah setidaknya punya nilai plus karena Al Azhar salah satu universitas tertua di dunia. jadi saya banggalah dengan lulusannya yag keren.

kalau sistem pendidikan di Amerika, saat masuk sekolah yang diinginkan misalnya. setiap calon siswa diperbolehkan daftar ke sekolah tersebut dan diberikan no.urut dan nama, setelah itu no.urut tersebut dikocok dan diambil dari jumlah siswa yang dibutuhkan disekolah tersebut. dan itpun disaksikan oleh orang tua dan calon siswa tersebut ketika no urutnya disebut berarti lolos. jadi tak perlu mengikuti serangkaian Tes yang sulit ketika ingin masuk sekolah tersebut, semua karena peruntungan! dan sekolah tidak menilai dari anak siapa calon siswa tersebut, namun menjungjung kejujuran, transparansi dan tegas!

sampai detik ini, saya masih aplouse ke sistem pendidikan jepang yang menurut saya meskipun masih benua Asia tapi nnegara ini mampu menghasilkan para profesional dibidangnya. karena bentuk penghargaan yang tinggi mulai pres school sampai perguruan tinggi! meskipun kerja mereka berat namun mereka banyak apresiasi pujian bukan dengan kemarahan/hukuman jika mereka salah. saya merasa ingin banyak belajar di negeri sakura ini, semoga impian tercapai. amien.
di bawah ini ada atrikel yang saya kutip, menarik sekali untuk dibaca kemudian jadi bahan perenungan.
good luck ya ^_^

Encouragement – Prof. Rhenald Kasali, Ph.D
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anakanaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai.Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbedabeda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakanakan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.

Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.(*)

RHENALD KASALI
Ketua Program MM UI

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/338297/

My Mom Its Inspiring Moment

“kalau Misi-misi kebangsaan justru datang dari Warung Kopi ‘kata Gusdur’. Kalau Caraku berbeda Misi-misi tentang Kependidikan justru datang dari Bakmi Makmur deket Station Sore di bulan februari 2012 lalu ku temukan sebuah persepsi baru tentang Hidupku.. Ya , Duniaku ”

    Hari ini Me and mom sedang Galau.. hehe acara ibu dan anak berkeliling kota bandung, memberikan banyak arti tersendiri buatku. That’s right, hujan deras mengguyur kota Bandung sore itu. Sambil mencari sesuap baso mamahku yang kekeuh, aku menemukan akhirnya sebuah Warung Bakmi Makmur di deket station. Waktu menunjukan pukul 14.30 WIB, jadi masih ada waktu sekitar 01.30 jam sambil menunggu kedatangan kereta KRD Cibatu-Garut.

Me and mom memesan 1 mangkuk Yamien Panas yang Yummy ternyata, karena sedang galau akhirnya sepakat untuk memesan lagi 1 mangkuk Mie Goreng pedas. My Mom dengan kebiasaannya yang suka sekali ngobrol dengan orang baru, termasuk ke pedagang penjual Bakmi tersebut. Awalnya aku tak tertarik, Cuma My Mom mengajakku untuk berdiskusi mulai dari rasa masakan, sampai ke cara promosi bisnis, ah pada akhirnya aku juga yang turun tangan angkat bicara tentang konsep promosi,sampai berbagi pengalaman .. bla.. bla… blaa
Tapi sang pedagang itu yang merasa minder berkata “ah neng, bapak kan gak sekolah tinggi, jadi yah ngerasa menyesal saat udah tua gini, tak sekolah” aku jawab “heum, pak padahal menurut penelitian semakin tinggi strata pendidikan makin minder untuk berwirausaha apalagi dari nol” bapak itu menjawab lagi “yah nenk, setidaknya yang sekolah tinggi tidak akan seperti ini ekonominya” aku Cuma terdiam membisu tak bisa menjawab, setidaknya argumen nya setuju meski persepsi berbeda. Tapi My Mom pun menjawab”kalau emang bukan ahlinya yah mau bagaimanapun susah, sederhananya gini saya juga udah ikut berbagai kursus masak, menjahit dll. Saya pikir akan mendapatkan mata pencaharian dari situ eh malah tidak cocok, akhirnya banting stir menjadi wirausaha elektronik padahal saya penakut colokin listrik, tapi demi 3 anak pada akhirnya berjuang sendiri”. Aku merasa perkataan My mom sudah sangat jelas untuk dimengerti pedagang itu, intinya berjuang dan usaha pantang menyerah saja. “selagi BANK masih buka,bagaimanapun caranya yah saya bisa pinjam” itu celetukan khas my mom ketika anak-anaknya mengeluh dan bertanya ‘apakah bisa membiayai kuliah kami’. My Mom selalu menenangkan dan berkata “Tenang, Alloh Maha Kaya. Tak usah di pikirkan kamu dan adikmu yang di IPB lanjut kuliah saja. Rezeki sudah Alloh yang atur. Intinya sama saja orang tua yang tak mengkuliahkan anaknya sama kuliahin’ ekonominya pas-pasan bedanya orang tua yang mengkuliahkan anaknya duitnya Pas butuh yah ada, bagaimanapun caranya ‘ya hutang sana sini “

Setelah Siklus perjalananku yang aku jalani bersama keluargaku, meskipun ayahku meninggal saat aku berumur 4 tahun dan 2 adikku yang menjadi tanggungan sendiri ibukku harus berjuang dari Nol, itu nampaknya berpengaruh pada sikapnya pada kaum kecil ‘selalu saja ingin membantu, padahal My Mom juga sama susah dan butuh duit’ hehe

Saat pedagang Bakmie itu cerita tentang keluarganya, anaknya yang harus DO padahal kelas 3 SMP dan sebentar lagi UN. padahal sangat disayangkan, sepertinya tak berkaca pada masa lalu kecewa karena tidak sekolah tinggi atau mungkin karena tuntutan ekonomi. Tapi mungkin ada alasan lain yang sulit saya tangkap dari sorot mata pedagang Bakmie itu. Hanya saja terfikirkan untuk melanjutkan sekolahnya dengan PAKET B di usia 15 tahun, menurut Me and My Mom sangat disayangkan ‘right’ karena pada usia perkembangan remaja juga mereka tumbuh untuk mengenal banyak teman bergaul dan bersekolah, rasa-rasanya begitu menyakitkan kalau seumuran gadis manis itu harus ikut PAKET B kemudian PAKET C untuk melanjutkan SMA. Orang tuanya hanya bilang agar lebih simple saja. Pada akhirnya Me and My mom memberikan beberapa strategi untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi yaitu Beasiswa Bidik Misi. Intinya harus ada kemauan keras untuk mendapatkan Beasiswa dan semangat belajar. My Mom Cuma berpesan ke Gadis itu sebelum kami pergi ”yang Bisa mengangkat derajat orang tua adalah pendidikan tinggi anaknya”

Satu hal, dukungan keluarga sangat penting aku rasa dalam menentukan kesuksesan seorang anak ke jenjang berikutnya karena akan banyak hal permasalahan yang harus di hadapi. Saya bersyukur punya my Mom yang cerewet, tegas dan juga demokratis. My mom tak pernah menuntutku untuk IPK Tinggi pada akhirnya bisa saya dapatkan, My Mom juga memberikan semangat saat aku dengan terpaksa harus Cuti Semester lalu karena terlambat SPP, atau My Mom mencoba menegarkanku karena gagal ikut sidang Februari 2012 ini. Justru My Mom memberikan pemahaman kalau setiap Ujian yang di jalani akan mendapatkan Hikmahnya. Justru ketika menerima ujian, aku merasa lebih dekat dengan keluargaku, memberikan semangat yang tulus tiada henti tanpa ku harus meminta. Terima kasih Ya Alloh, semoga kau balas kebaikan pada orang-orang yang menyayangiku Amien.
Dan dalam perjalanan mengantar pulang My Mom berkata ”Hindari merendahkan orang kecil, ilmu itu kudu diamalkan meskipun sedikit” dan aku menjawab “Ima tambahin ‘karena belum tentu kita lebih mulia dari orang tersebut’ Good My Mom Thanx for your Experience,. ^_^

Mengejar Gelar S.pd

Wah, ini Photo 07 July ini,kami photo seangkatan 2007. ngajepret raray artinya poto wajah ^_^

sebenarnya, lama banget kita udah gak kumpul lagi. wajar lah mahasiswa tingkat akhir, temen dari jurusan lain justru bilang” wah senengnya karima, masih bisa kumpul temen seangkatan. kami udah gak bisa kumpul lagi karena saking sibuknya urus skripsi dan tugas lain”. yah,setelah beres PLP kemaren semua pada mencar semua dengan spesialisasi berbeda, alhamdulillah karima dapat di Jakarta. PLP tempatnya paling jauh, tapi karima banyak pengalaman berharga disana.

sungguh ya, pada masa detik-detik terakhir seperti ini.karima kangeun juga masa kuliah , kumpul bareng dengan teman-teman, hang out atau sekedar berbagi cerita kuliah . sekarang udah pada mengejar mimpinya masing-masing.

minggu depan, teman-teman PLB 07 pada siapin seminar “Semoga kalian sukses yah, belajar nya yang fokus” amien

dan minggu depan pula, salah seorang dari kami PLB07 yang satu-satunya sidang bulan ini, juga perwakilan angkatan, teman motivasi dan perjuangan serta teman sekamarku selama 1 tahun. saya banyak belajar padamu kawan “Ranty Novianti” salah satu mahasiswa prestasi harapan 1 FIP UPI.

sukses yah kawan, selamat menjalani kehidupan baru :D

baru sadar lho, arti pentingnya sahabat, motivasi. selama ini kebanyakan hidup sendiri, lebih suka dengan dunia maya dan banyak menghabiskan waktu disini. padahal dunia nyata itu lebih terasa indahnya, ketika banyak berbagi dengan teman-teman , saya merasa hidupku lebih indah dan nyaman,

terima kasih buat teman-teman PLB semoga kalian mengenalku baik, aku juga takan pernah melupakan Moment bersama kalian. Miss You All
for special Need education in Indonesia University of Education

bismillahirahmannirahim…
tadi selasa 21 juni 2011 adalah hari menyenangkan,aku mengikuti seminar nasional “pendidikan budaya dan karakter bangsa” di FPIPS lt.6 UPI Banduung pada 21 juni 2011
acara ini diikuti hampir 300 mahasiswa.

wah acaranya begitu keren, aku banyak belajar tentang pendidikan berkarakter. banyak ilmu baru yg di dapatkan apalagi saat pak rektor berbicara tentang peran mahasiswa calon guru, upi akan terus memantau generasi yang akan datang . berbeda dengan mahasiswa di universitas lain. ITb misalnya setelah lulus dan jadi insinyur maka kampus tidak di bebani untuk hal moral dan pendidikan. sedangkan UPI justru akan terbawa-bawa sampai nanti.. terus mengusung perubahan

dapat quote menarik dari buku 99 ideas for happy mom (doorprize seminar kemarin)
“jika foto sang ibu dapat menyuntikkan semangat pada anaknya, niscaya anak-anak sedunia akan menyimpan foto ibunya di dompet mereka.
jika [elukan sang ibu dapat membuat anaknya merasa aman dan nyaman niscaya anak-anak sedunia akan memiliki keberanian dan tidak mengenal kata frustasi” ^_^ i love u mom

sebuah cerita tentang seseorang yang bangun tidur a
dan merenungkan tentang kunci sukses hidup ini
jendela kamar tidur bilang “lihatlah dunia di luar!”
langit-langit berpesan ,
“bercita-citalah setingggi mungkin!”

jam dinding berdetak
“setiap detik itu berharga”!”

cermin mengatakan “berkacalah sebelum bertindak !”

kalender berbisik “jangan sampai menunda sampai besok”

“dorong dg keras dan pergilah! tapi yang wajib diperhatikan adalah pesan bijak permadani lantai
“bersujud dan berdoalah”
13 04 2011

bagi orang-orang awam mungkin terkesan aneh dan tak menyangka, banyak yang komentar seperti ini “kok ada ya jurusan Pendidikan Luar Biasa” terkesan Aneh sekaligus Takjub karena memang pengorbanannya dalam mengajar anak-anak luar biasa memang pembelajarannya Luar Biasa.
kebetulan saya akhirnya memutuskan untuk mendalami ilmu tentang anak tunalaras, memang kebanyakan orang kurang tahu soal tunalaras. padahal anak-anak tersebut tanpa disadari banyak disekitar kita. nah,sedikit bahas tentang anak tunalaras adalah anak yang mengalami penyimpangan emosi , perilaku dan juga sosial . jadi anak tersebut cenderung melanggar norma-norma yang ada di masyarakat .
sejak tanggal 07 Maret 2011 – mei 2011 saya bersama dengan rekan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan praktek lapangan PLP sebagai syarat dalam mata kuliah. setelah sekian lama dipacu dengan waktu belajar banyak materi di kampus. alhamdulillah dapat kesempatan untuk terjun langsung dan belajar banyak hal dengan murid tercinta.
pengalaman pertama saat bertemu dengan anak tunalaras,mungkin terkesan luar biasa bagi saya. wajahnya benar-benar innocent apalagi saat mereka berinteraksi ,bersalaman dan menyapa. sungguh kalau melihat secara kasat mata mereka benar-benar seperti anak baik-baik tidak ada masalah berarti.
baru ketika 3 hari mulai beradaptasi di lingkungan sekolah tersebut, mulai terjadi masalah seorang anak kelas 5 SD dianiaya oleh kakak kelasnya. saat jam istirahat tiba, anak kelas 5 SD tersebut bermain dan bajunya secara paksa di buka kemudian bagian intimnya dimain-mainin di toilet mesjid. anak tersebut langsung pingsan tak sadarkan diri, waw sekolah geger dan mencari pelakunya yang ternyata kakak tingkatnya tersebut pernah dianiaya oleh kakak tingkatnya pada saat asrama dulu.
tapi kebanyakan anak SLB E banyak berkilah, guru tidak langsung percaya begitu saja dengan muridnya. akhirnya dengan mata kepala sendiri, saya melihat guru tersebut menampar murid kakak tingkatnya supaya mengakui perbuatannya akhirnya kulitnya yang putih menjadi merah dan mereka mengakui bahwa mereka bermaksud bercanda untuk menjahili adik tingkatnya tersebut dan berjanji tidak akan melakukan lagi.
adik kelas yang pingsan tersebut, akhirnya dibaringkan ke kursi panjang dan diberikan minyak kayu putih agar cepat sadar, sedangkan teman yang menjahilinya tersebut ikut membantu dan memijat adik tingkatnya tersebut mereka akhirnya saling meminta maaf dan bermain bersama.
ini baru cerita pertama masih banyak cerita selanjutnya, dont miss it ^_^

Keliling dunia

new York City ^^ always in My Heart

Ya Allah ……..

Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku

Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik bagiku tidaklah penting

Yang terpenting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau , ya Allah

dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup

sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku

Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi

Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Ya Allah….

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna

namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,

sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguh di jalan dakwah

Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya

Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi segala kesedihannya

Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

ya Allah….

Aku juga meminta,

Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga

Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu

Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya

Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya

Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,

mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku

berharap kami berdua dapat mengatakan:

“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami

bertemu pada waktu yang tepat

Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya

indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin…

———————————————————————-

kata-kata diatas dapat dari copas http://www.facebook.com/#!/notes/dissa-naratania-hantra/aamiin/10150133566503950

saya berharap bisa menemukan pendamping hidupku kelak yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan diri ini agar bisa belajar bersama-sama menyelami kehidupan ini dengan bingkaian agama.

dan berkata pada Alloh sambil bersyukur
berharap kami berdua dapat mengatakan:

“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

Amien.. semoga Bisa terlaksana Indah pada waktunya!
aku berharap cinta itu terbingkai sangat Indah atas ridhomu Ya Alloh Ridho keluargaku dan ridho semua orang yang menyayangiku. Amien Amien

“Aku hari ini sedang menikmati masa saat perjalanan hidupku tidak sesuai harapan yang ada di depan, aku bisa semangat dengan senyumanku meskipun jiwaku masih rapuh”

alhamdulillah bisa merasakan rasa sakit dan rasanya terkhianati.. ^_^

sekarang saya sedang menikmati masa yang paling indah dalam hidupku, sebuah proses menjadi guru . belajar dari pengalaman adalah guru terbaik

hidupku hari ini di warnai kebahagiaan karena setiap hari bertemu dengan murid tersayang

bukan itu saja, tiap akhir pekan saya pasti melakukan perjalanan trip keliling Jakarta dan menghabiskan waktu sendirian buat jalan – jalan . memang perlu tujuan jelas, jadi pasti tiap akhir pekan bisa ke jakarta barat, terus ke bogor kosan adikku di IPB atau pun minggu kemarin ke bekasi ^^ memang bahagia hidupku, bisa belajar mengenal kota Jakarta lebih dalam lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.